Malang,BeritaAntara.Com– Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M., menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XXI dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XX Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (26/4/2026) pagi. Dalam momentum tersebut, Abah Sanusi—sapaan akrabnya—menegaskan agar para kader pelajar NU tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga wajib menguasai teknologi dan menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, perwakilan PW IPNU-IPPNU Jawa Timur, serta ratusan kader dari tingkat kecamatan hingga desa. Pelantikan ini menandai babak baru kepengurusan pelajar NU di Kabupaten Malang untuk masa bakti dua tahun ke depan, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Malang yang resmi dilantik hari ini. Ingat, pelantikan ini bukan sekadar seremoni formalitas atau ajang gagah-gagahan mengenakan seragam organisasi. Ini adalah amanah besar sekaligus panggilan untuk berkontribusi membawa organisasi lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Bupati Sanusi mengawali sambutannya.
Wajah Generasi Muda dan Benteng Ideologi
Bupati menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU adalah wajah masa depan Nahdlatul Ulama di tingkat daerah. Sebagai organisasi pelajar dengan basis massa terbesar, mereka memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Di pundak mereka, beban sejarah diletakkan untuk memastikan paham keislaman yang moderat, toleran, dan sejuk tetap lestari di Bumi Arema.
Untuk itu, Abah Sanusi memberikan tiga pesan kunci bagi para pengurus baru. Pertama, menjaga integritas dengan menjadi pribadi yang jujur dan disiplin. Menurutnya, kepemimpinan masa depan dimulai dari disiplin diri di masa pelajar. Kedua, peningkatan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Ketiga, penguatan solidaritas internal organisasi agar tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan pragmatis.
“Ke depan, IPNU dan IPPNU harus cerdas mencermati dinamika sosial. Susunlah program yang relevan dengan kebutuhan Generasi Z dan milenial saat ini. Jangan sampai organisasi ini gagap terhadap perkembangan zaman. Kader NU harus ada di depan dalam hal literasi digital dan penguasaan teknologi informasi,” imbuh orang nomor satu di Pemkab Malang tersebut.
Kolaborasi Strategis dan Inovasi Program
Lebih lanjut, Bupati mendorong agar kepengurusan periode ini lebih adaptif dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana dakwah dan penguatan gerak organisasi. Ia menilai, media sosial harus diwarnai dengan konten-konten positif dari pelajar NU guna menangkal radikalisme dan berita bohong (hoax) yang marak menyasar anak muda.
Ia juga membuka pintu lebar-lebar bagi IPNU-IPPNU untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam berbagai program kepemudaan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pencegahan peredaran narkoba di sekolah, hingga kampanye lingkungan hidup. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan diyakini akan mempercepat visi “Malang Makmur”.
Namun, ia mengingatkan agar setiap langkah yang diambil tetap teguh berpijak pada nilai-nilai keislaman dan semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila serta UUD 1945. Kemajuan teknologi, bagi Sanusi, tidak boleh mencabut akar budaya dan moralitas santri yang menjadi ciri khas kader Nahdliyin.
Pesan Pengabdian dari Pendopo Agung
Prosesi pelantikan di Pendopo Agung ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Ruangan yang sarat akan sejarah tersebut menjadi saksi ikrar pengabdian ratusan pelajar putri dan putra NU. Bupati menekankan bahwa setiap keringat yang dikeluarkan dalam menjalankan roda organisasi merupakan bagian dari ibadah sosial.
“Apabila hal ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, IPNU dan IPPNU akan menjadi kekuatan besar. Bukan hanya sebagai kekuatan numerik di dalam struktur NU, tetapi juga menjadi benteng bagi kondusivitas dan kemajuan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang,” tegasnya di hadapan para tamu undangan yang tampak antusias.
Menutup arahannya, Bupati Sanusi berharap kontribusi nyata IPNU-IPPNU dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya sesama pelajar di Kabupaten Malang. Ia menitipkan masa depan Kabupaten Malang kepada para kader yang baru saja berbaiat.
“Semoga setiap langkah pengabdian ini dicatat sebagai amal saleh oleh Allah SWT. Jalankan amanah ini dengan penuh semangat, bekerjalah dengan hati, dan berikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Malang tercinta,” pungkasnya menutup sambutan yang disambut dengan tepuk tangan meriah.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya