Home / Fokus / Aisyah Bocah 10 Tahun Penghafal Al-Qur’an Juara 2 di Dubai Asal Pakis Kabupaten Malang 

Aisyah Bocah 10 Tahun Penghafal Al-Qur’an Juara 2 di Dubai Asal Pakis Kabupaten Malang 

Malang,BeritaAntara.Com- Bupati Malang, HM Sanusi MM tidak henti-hentinya menunjukkan rasa kagum saat bertemu dengan Aisyah Al Rumy, bocah berusia 10 tahun yang telah hafal Al-Qur’an sebanyak 26 juz beserta artinya.

Pada Minggu (26/4/2026) pagi, siswi kelas IV SDN Tahfidz Alquran Darul Ukhwah (SDTQ) Desa Astikaton, Kecamatan Pakis tersebut bertemu Bupati Sanusi di rumah dinasnya, Jalan Gede, Kota Malang.

Aisyah hadir didampingi orang tuanya, Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholila.

Turut serta dalam rombongan tersebut KH Imam Syafi’i (Sekretaris Badan Wakaf Pesantren Daarul Ukhuwwah), KH Muhammad Musa Syarof (Pengasuh Pesantren Darul Ukhuwwah Putri 2), Ustaz Jufrih (Kepala Sekolah SDTQ Darul Ukhuwwah), dan Syaiful Rosyid (Anggota DPRD Kabupaten Malang).

 

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Sanusi yang telah mensponsori keberangkatan Aisyah mengikuti lomba di Dubai.

“Iya, pak bupati punya peran yang luar biasa,” ungkap Imam Safii, mantan anggota DPRD Kabupaten Malang dari PKS.

Prestasi di Panggung Internasional Dubai

Dalam ajang yang diikuti oleh 5.618 peserta dari 105 negara tersebut, Aisyah tampil pada kategori khusus, yakni The Most Beautiful Quran Recitation for 2026.

Kategori ini menitikberatkan tidak hanya pada hafalan Al-Qur’an yang baik, tetapi juga keindahan bacaan dan kemerduan suara. Aisyah pun berhasil menyabet Juara 2.

“Itu prestasi luar biasa. Bukan sekadar prestasi pribadi yang membanggakan orangtuanya, namun jadi kebanggaan bangsa, dan kami, warga Kabupaten Malang” tutur Bupati Sanusi.

Baca juga: Dewi Ratna Sari, Tunarungu Asal Kepanjen Malang Mengajar Al Quran Isyarat

 

 

 

“Semoga, ke depan prestasi Aisyah itu kian banyak menginspirasi anak seusianya, sehingga lahir Aisyah-Aisyah, yang cukup banyak dari Malang raya,” imbuhnya.

Momen haru terjadi saat Aisyah diminta memimpin doa sebelum pamit pulang.

Meski Bupati Sanusi merupakan lulusan pesantren dan fasih membaca Al-Qur’an, ia mengaku seperti terhipnotis dengan suara merdu serta pelafalan lafaz Aisyah yang sangat jelas.

“Iya, hebat. Dia harus kian berkembang biar bisa makin juara terus di ajang perlombaan lainnya,” imbuh Sanusi.

Perjuangan dan Kedisiplinan

Langkah Aisyah di Dubai tidaklah mudah.

Aisyah harus melewati dua tahap kualifikasi yang sangat ketat sebelum menembus babak final atau posisi tiga besar kategori peserta perempuan.

 

Di babak puncak, bocah kelahiran 19 November 2016 ini bersaing ketat dengan dua finalis lainnya, yaitu Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Al-Hallaq dari Suriah.

 

Sebelum mengukir prestasi di Dubai, Aisyah sudah dikenal masyarakat luas sebagai salah satu finalis Hafidz Indonesia 2024.

Kunci sukses di balik prestasinya adalah kedisiplinan yang tinggi.

Setiap hari, Aisyah mengulang (murojaah) sebanyak tiga sampai lima juz untuk menjaga hafalannya, serta rutin menambah hafalan baru sebanyak satu halaman per hari.

(Yan/Putra)

wakaf quran

About Redaktur admin

Check Also

Nikmati Italian All You Can Eat “Torre Del Gusto” di Hotel Santika Premiere Malang 

Malang,BeritaAntara.Com – Hotel Santika Premiere Malang menghadirkan pengalaman kuliner khas Italia melalui program Italian All …

error: Content is protected !!