Tukang Pijat yang Membantai Dua Korban

Posted in category Pembunuhan
[ Rabu, 25 Agustus 2010 ]
Yulianto Tolak Predikat Pembunuh Berantai

Tukang Pijat yang Membantai Dua Korban

SUKOHARJO - Meski mengakui membunuh dua orang, Yulianto menolak disebut pembunuh berantai. ”Saya hanya membunuh dua orang. Pertama, Sugiyo sekitar enam tahun lalu dan kedua, anggota Kopassus itu,” tuturnya saat ditemui di ruang tahanan Mapolres Sukoharjo kemarin (24/8).

Yulianto mengaku membunuh Sugiyo, tetangga sekaligus temannya itu, karena jengkel. Sebab, Sugiyo selalu mengelak setiap kali ditagih utang. Awalnya, kata dia, Sugiyo hanya pinjam Rp 500 ribu. Tapi, dia kemudian pinjam lagi Rp 1 juta dan Rp 2 juta.

”Katanya sih untuk menggarap sawah. Jadi, saya kasih. Tapi, tiap kali saya tagih, dia selalu menghindar. Saya jadi emosi. Saya bunuh dia. Saya masukkan mayatnya ke karung dan saya kubur di sebelah kandang sapi,” katanya.

Alasan serupa diungkapkan Yulianto saat ditanya mengapa membunuh Kopda Santosa. Menurut dia, selama menjadi pasiennya, anggota TNI itu tidak pernah membayar. ”Sudah saya obati hingga sembilan kali dan sembuh, dia tidak mau membayar. Saya tagih, dia mengelak. Padahal, saya sedang butuh uang,” ujarnya.

Dia mengaku lebih dulu memberikan ramuan kecubung agar korban lemas dan tak sadarkan diri. Setelah dibunuh, korban dikubur di samping rumah, dekat kandang kambing. ”Semuanya saya lakukan sendiri. Istri saya tidak tahu karena saat itu sudah larut malam,” imbuhnya.

Ditanya tentang ilmu kebal yang konon dimilikinya, Yulianto membantah. Dia mengatakan tidak memiliki ilmu kebal atau ilmu lain. Apalagi, ilmu hitam. Namun, dia mengakui selama ini sering menyakiti istrinya. ”Kalau pijat, saya belajar dari buku. Tidak ada hubungannya dengan klenik. Saya sudah buka praktik selama 10 tahun dan banyak pasien yang sembuh,” tuturnya.

Yulianto juga mengakui, pasiennya lebih banyak dari luar kota. Tak aneh, tetangganya tidak tahu keahliannya memijat.

Tentang isu adanya korban lain, Yulianto membantah. Dia hanya mengakui membunuh dua orang itu. Saat disinggung nama Siti yang dikabarkan hilang, Yulianto mengatakan, ”Saya terakhir bertemu Siti pada 1991. Setelah itu tidak tahu kabarnya.” (jpnn/c7/soe)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=152113

Mantan Karyawan Habisi Keluarga Pemilik Toko di Cimahi

Posted in category Pembunuhan

Nusantara

[ Jum'at, 27 Agustus 2010 ]

CIMAHI – Warga Kota Cimahi, Jawa Barat, diguncang peristiwa perampokan sadis di rumah yang merangkap toko besi di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi, kemarin (26/8) sekitar pukul 03.00. Perampokan itu menjadi perbincangan karena pelaku menikam sekeluarga penghuni rumah tersebut.

Tiga korban adalah Karnadi Unang, 59, dan Hamay Keng, 54 (suami-istri) serta anak mereka, Rudi Unang, 27. Para korban tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Kawaluyaan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hanya dalam hitungan jam, polisi berhasil menangkap pelaku yang belakangan diketahui sebagai mantan karyawan toko besi tersebut. Mereka adalah Syarif Hidayat, 18, warga Kompleks PJKA, Padasuka, Kota Cimahi, dan Toni Resta Wijaya, 18, warga Kampung Monggor, Ibun, Kabupaten Bandung. Mereka mengaku dendam kepada korban karena sering dimarahi sebelum akhirnya dipecat.

Kapolresta Cimahi AKBP Rusdi Hartono saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya menerima laporan warga saat perampokan sedang berlangsung. Saat itu juga 50 personel diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka langsung mengepung tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kedatangan polisi, pelaku berusaha kabur. Namun, Kasatreskrim Polresta Cimahi AKP Ahmad Zubair yang memimpin pengepungan tersebut langsung melancarkan tembakan peringatan ke udara. ”Mendengar bunyi tembakan itu, pelaku Toni Resta Wijaya tengkurap di lantai dua dan menyerah,” tutur Rusdi.

Tak seperti Toni, Syarif Hidayat nekat berusaha kabur dengan naik tangga ke lantai tiga toko. Dari sana, dia keluar melalui jendela dan melompat ke genting toko Rumah Bali yang bersebelahan dengan toko milik korban, lalu menyusuri genting pertokoan. Namun, karena TKP sudah dikepung, Syarif tidak bisa kabur. Dia akhirnya tertangkap juga setelah dua jam berlompatan di atap.

Sumber di kepolisian menyebutkan, dua perampok itu mengaku semula hanya berniat membawa kabur barang berharga di toko untuk melampiaskan dendam. ”Mereka mengaku panik dan nekat menikam korban karena ketahuan. Apalagi, korban berusaha melawan,” ungkap seorang polisi.

Ditambahkan, dua mantan karyawan tersebut tahu betul seluk-beluk rumah korban. Karena itu, mereka bisa masuk ke dalam toko tanpa merusak pintu dan jendela. ”Mereka masuk lewat tembok belakang toko, lalu naik ke lantai dua,” tambahnya.

Saat sedang mengantongi barang-barang berharga, di antaranya laptop dan tiga unit handphone, mereka tepergok dua pembantu yang terbangun. Namun, tanpa kesulitan, keduanya bisa melumpuhkan dua pembantu tersebut, mengikat tangan dan kaki mereka, lalu menyekapnya dalam kamar.

Namun, belum sempat melarikan barang berharga, Karnadi-Hamay terbangun. Pelaku langsung panik. Apalagi, pemilik rumah itu melawan. Dalam kepanikan, pelaku nekat menusuk dua mantan majikan mereka itu.

Mendengar rebut-ribut itu, Rudi, 27, anak pemilik rumah, terbangun. Malang, dia juga menjadi korban pelaku. ”Dia sempat melukai lengan kiri salah seorang pelaku. Tapi, dia akhirnya jadi korban tusukan pelaku,” tambah sumber itu. (tan/jpnn/c5/soe)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=152439

Dua Orang Ditangkap, Diduga Terlibat Perampokan CIMB Niaga Medan

Posted in category Perampokan

www.beritaantara.com.

[ Minggu, 29 Agustus 2010 ]

MEDAN – Tim Densus 88 Antiteror bersama polisi di jajaran Polda Sumut menangkap dua laki-laki yang diduga terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga Medan kemarin (28/8). Dua orang yang diidentifikasi sebagai kakak beradik itu diringkus setelah tim Densus 88 menggerebek sebuah rumah di Jl Diponegoro, Lubuk Pakam, Medan.

Keduanya adalah Yunizar alias Buyung, 38, dan Delfi alias Dedek, 28. Penggerebekan dilakukan secara cepat mulai pukul 13.45 WIB. Saat itu tim Densus 88 bersama personel Polda Sumut mengepung sebuah rumah yang diduga menjadi persembunyian para perampok Bank CIMB Niaga tersebut. Begitu masuk, tim langsung menangkap Delfi yang bersantai dengan ibunya. Dia ditangkap tanpa perlawanan. Setelah itu, tim memburu Yunizar. Dia bersembunyi di ruko sebelah rumah yang digerebek pertama. Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membuka gembok ruko itu. Begitu gembok terbuka, polisi menemukan Yunizar.

Selain menangkap kakak beradik itu, polisi menyita dua senjata api yang diduga digunakan untuk merampok Bank CIMB Niaga Medan tiga pekan lalu tersebut. Satu di antara senjata itu berlaras panjang, yakni AK-56, lainnya berlaras pendek. Juga disita dua motor Yamaha Mio bernopol BK 2099 MT dan 6460 KT. Dua motor tersebut diperkirakan juga digunakan dalam perampokan di bank yang menguras uang Rp 400 juta itu.

Menurut sumber di kepolisian, lokasi kakak beradik tersebut diketahui berkat alat pelacak sinyal telepon seluler melalui jaringan operator BTS (base transceiver station). Lewat pelacakan itu, diketahui keduanya berada di daerah perkotaan Lubuk Pakam. Maka, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, tim Densus 88 bergerak cepat dengan mengepung rumah yang diduga menjadi persembunyian kedua tersangka.

Tapi, awalnya, tim salah menggerebek rumah. Rumah bidan Hj Juliani Tanjung di jalan yang sama “diobok-obok” petugas. Tim bersenjata lengkap tersebut baru menyadari kesalahan itu setelah mengetahui rumah kakak beradik tersebut. “Ya, kami salah sasaran,” ujar sumber yang minta dirahasiakan identitasnya itu.

Kapolres Deli Serdang AKBP Pranyoto SIK di lokasi penggerebekan enggan berkomentar tentang penangkapan dua orang itu. “Silakan konfirmasi ke Humas Mapolda Sumut saja,” ungkapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombespol Baharuddin Djafar kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group) membenarkan adanya penggerebekan dua orang yang diduga sebagai anggota sindikat perampok Bank CIMB Niaga Medan tersebut. “Keduanya ditangkap berdasar kasus-kasus perampokan di Sumut belakangan ini. Mereka diduga terlibat dalam beberapa aksi perampokan dan pencurian dengan tindak kekerasan, termasuk di Bank CIMB Niaga,” tegas Djafar.

Seperti diketahui, perampokan Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara, Medan, pada 18 Agustus lalu oleh 16 laki-laki bersenjata laras panjang jenis AK-56 dan pistol mengakibatkan seorang anggota Brimob, Briptu Manuel Simanjuntak, tewas di TKP serta dua satpam kritis. Hingga kini, berkali-kali isu penangkapan sejumlah orang yang diduga perampok Bank CIMB Niaga terus dibantah. Salah satunya, penangkapan dua anggota TNI yang disebut-sebut terlibat dalam perampokan itu dibantah Kapendam I/BB Letkol Asren Nasution dan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Oegroseno. (btr/mag/rud/jpnn/c11/ari)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=showpage&kat=3

43 Rumah Disapu Puting Beliung

Posted in category Puting Beliung

Senin, 30 Agustus 2010 – 2:16 WIB

43 Rumah Disapu Puting Beliung

BOGOR (Pos Kota) – Musibah alam masih mengintai Bogor. Sepanjang Sabtu petang hingga Minggu siang, sedikitnya 43 rumah rusak diterjang angin puting beliung.

Hujan deras Sabtu (28/8), sejak pk. 15:40 disertai angin puting beliung menerbangkan atap bangunan dan pohon. Angin ribut ini menerjang rumah Ade Arsalan,40, di Kampung Tawakal, RW 05, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.

Akibat peristiwa ini sang istri Neng Amaliyah,37, beserta balitanya yang masih berusia empat bulan Ahmad Khadafi Putra Arsalan dan putra sulungnya Muhammad Dafansyah, 4, luka-luka tertimpa puing bangunan rumah.

Peristiwa ini terjadi saat Ade, istri dan kedua anaknya berada di dalam rumah. Saat hujan deras mengguyur, dia ke luar rumah dan melihat angin kencang berputar-putar di depan rumahnya. Dia lalu berlari ke kamar menyelamatkan istri dan kedua putranya.

Namun, atap rumah terburu tersapu puting beliung dan menimpa bayinya Ahmad Khadafi Putra Arsalan. Ketiga korban lalu dibawa ke RS Atang Sanjaya.

RATUSAN JUTA

Puting beliung juga mengamuk di RT 02/01 dan RT 03/09 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat. Puluhan rumah rusak ringan. “Sebagian besar atap bangunan tersapu angin dan kerugian sekitar ratusan juta,” ujar Sudarman, Korlap Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor.

Belasan pohon dan papan reklame hingga lapak kaki lima juga roboh. Seperti di sepanjang simpang lampu merah Yasmin, Semplak. Plang iklan berukuran besar menimpa kios pulsa dan rumah milik Sidabutar, “Saya minta pemilik reklame ini mengganti semua kerugian,” ujarnya.

Sedangkan di Perumahan Curug Permai, Kecamatan Bogor Barat, belasan phon tumbang.

Di Kabupaten Bogor, hujan deras mengakibatkan 20 hektare sawah milik petani di pinggiran Sungai Cigulingan, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, disapu arus banjir. Tak hanya itu, dua jembatan beton yang menghubungkan Kampung Binong dengan Kampung Cigulingan, di RT 01/07 dan Kampung Gobang dengan Kampung Antajaya di RT 05/07, putus.

Akibat terputusnya jembatan, warga yang ingin ke luar kampung harus menempuh jalan memutar dengan jarak tempuh tiga Km. “Kondisi ini memberatkan masyarakat,” ungkap Kades Buanajaya Ishak.

Camat Tanjungsari Beben Suhendar menyatakan, pihak kecamatan sudah ke lapangan, dan melaporkan kepada pemkab untuk mendapatkan penanganan. Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya. (iwan/si/ird)

Sumber: http://www.poskota.co.id/megapolitan/2010/08/30/43-rumah-disapu-puting-beliung

Afganistan: Lima Juru Kampanye Ditemukan Tewas

Posted in category Internasional
www.beritaantara.com.

AFP PHOTO / STR

Petugas keamanan Afganistan berdiri di dekat sebuah kendaraan yang hancur di lokasi ledakan di Kandahar, Minggu (7/2/2010).

TERKAIT:

HERAT, KOMPAS.com – Polisi, Minggu, menemukan mayat lima anggota tim kampanye seorang wanita calon anggota parlemen Afganistan, beberapa hari setelah mereka diculik Taliban.

Kelompok militan garis keras itu menyatakan telah menculik 10 anggota tim kampanye Fawzya Galani pekan lalu di Provinsi Herat, Afganistan barat. Mayat kelima orang itu ditemukan di sebuah daerah pegunungan di distrik Adraskan di provinsi tersebut, kata kepala daerah Nisar Ahmad Popal kepada AFP. Lima juru kampanye yang lain masih belum diketahui nasibnya.

“Kami telah menemukan lima dari anggota tim kampanye Galani yang diculik. Mereka dibuang di sebuah bukit,” kata kepala daerah itu. “Kami tidak tahu di mana lima orang yang lain,” tambahnya.

Para juru kampanye itu hilang Rabu larut malam di dekat Herat, kota terbesar kedua di Afganistan, dekat perbatasan dengan Iran. Orang-orang itu sedang bepergian ke distrik Parsi di provinsi tersebut untuk misi kampanye bagi Galani.

Setelah penculikan itu, Galani mendesak kelompok gerilyawan membebaskan mereka dan menyerukan kepada pemerintah Afganistan agar memberikan pengamanan kepada para calon menjelang pemilihan umum. Afganistan akan melaksanakan pemilihan parlemen yang kedua pasca-penggulingan Taliban, pada 18 September di tengah kekhawatiran mengenai serangan.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2010/08/30/00573177/Lima.Juru.Kampanye.Ditemukan.Tewas-5

Pembunuh Tatik Diduga Dua Orang

Posted in category Pembunuhan
BALIKPAPAN  – Pernah tersangkutnya Safruddin (28), suami Suhartatik (24) dalam kasus pembunuhan, terus didalami kepolisian. Pasalnya, bukan tidak mungkin tewasnya ibu rumah tangga yang baru 21 hari melahirkan itu bermotif dendam. Sementara Bintang (6 tahun), anak pertama korban, menjadi saksi kunci karena diduga kuat melihat saat ibunya dibunuh.
Sejauh ini, kepolisian yang terdiri dari gabungan Polsekta Balikpapan Timur dan Polresta Balikpapan terus memeriksa beberapa saksi. Di antaranya, dua pria berinisial Ha dan Hs. Keduanya diketahui sebagai orang terakhir yang bertemu korban sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, Jumat (20/8) lalu. Termasuk beberapa tetangga yang mendengar teriakan Tatik –sapaan Suhartatik- juga dimintai keterangan.
Bintang, sulung dari pasangan Safruddin-Suhartatik diduga melihat ibunya saat ditikam di dapur rumahnya di Jl Mulawarman, RT 47 Manggar, Balikpapan Timur. Kasat Reskrim Polresta Balikpapan AKP Andrias Susanto kepada wartawan membenarkan hal tersebut.
“Kami masih membutuhkan keterangan dari Bintang. Dialah saksi kunci untuk mengungkap kasus ini,” jelas Andrias. Bintang diketahui berteriak minta tolong dan menelpon ayahnya saat melihat ibunya berlumuran darah.
Sementara Bintang, hingga hari ini masih di kampung halaman ibunya di Desa Tanah Gura Timur, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Belum diketahui kapan Bintang beserta keluarga baru selesai mengikuti prosesi pemakaman Suhartatik kembali ke Balikpapan.

DALAMI MOTIF
Seperti diwartakan, Safruddin yang merupakan juragan besi tua ini pernah dipenjara selama 4 tahun karena kasus pembunuhan. Kejadiannya pada 2005 di Samarinda. Dia membunuh sopir kakak laki-lakinya karena ketahuan berselingkuh dengan istri kakaknya itu. Setelah membunuh menggunakan senjata tajam, Safruddin menyerahkan diri ke Mapoltabes Samarinda. Dia dihukum 4 tahun penjara. Setahun dihabiskan di Samarinda, dan 3 tahun di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Fakta itu, menurut pihak keluarga yang diwakili H Achmad Baqir Zein, menimbulkan kecurigaan terkait motif pembunuhan Suhartatik. Apalagi, korban tewas dengan 13 tusukan benda tajam di sekujur tubuhnya. Ditambah, uang Rp 10 juta dan perhiasan di kamar korban tidak diambil pelaku. Padahal, kondisi kamar sudah diobrak-abrik dan banyak bercak darah.
Dikonfirmasi kemarin (23/8), Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik mengatakan, pihaknya sedang mendalami motif dendam ini. “Kami terus dalami semua kemungkinan. Doakan saja supaya cepat terungkap,” terangnya, kepada Kaltim Post.
Dia menyebut, kepolisian berusaha maksimal menyelesaikan kasus ini. “Petunjuk dan keterangan saksi terus dikumpulkan. Saat ini, kami sedang memburu dua orang yang diduga berhubungan dengan kejadian ini,” kata Rafik. Kapolresta meminta, demi kepentingan penyelidikan, ciri-ciri dan identitas keduanya tidak dikorankan dulu.
Seperti dilansir sebelumnya, Suhartatik ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya di Jl Mulawarman, RT 47 Manggar, Balikpapan Timur, Jumat (20/8) sekitar pukul 15.00 Wita. Dari hasil autopsi, terdapat 13 tusukan benda tajam. Kalung yang korban kenakan hilang. Termasuk benda pusaka berupa keris di belakang televisi. Sementara uang Rp 10 juta dan perhiasan di kamar utama masih utuh.(fel)
Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=71187

Perampok Toko Emas Ditembak Mati

Posted in category Perampokan
Rabu, 25 Agustus 2010 , 06:40:00
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
JAKARTA –  Maraknya aksi perampokan bersenjata api akhir-akhir ini membuat polisi bersikap tegas. Aparat berbaju cokelat ini Senin malam lalu (23/8) menembak mati gembong perampok yang menyatroni tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan.
Tersangka KR ditembak mati di tempat persembunyiannya di Kota Ambarawa, Jawa Tengah. Dari tangan KR, polisi menyita sepucuk pistol rakitan jenis FN berikut pelurunya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, saat hendak ditangkap, KR justru melepaskan tembakan ke arah petugas sambil berusaha kabur. ”Anggota kami sudah melepaskan tembakan peringatan tapi tak digubris. Terpaksa anggota kami melepaskan tembakan terarah ke kaki dan belakangan ke tubuh KR karena terus berusaha melawan,” bebernya.
Dia menambahkan, selain menembak mati KR, pihaknya juga sudah menangkap hidup-hidup 10 pelaku perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri pada Jumat (6/8) lalu, di antaranya berinisial RP, RK, KP, MG dengan barang bukti dua pucuk pistol jenis Revolver dan lima pucuk pistol jenis FN dari tangan para tersangka. ”Empat di antaranya penadah.  Mereka diduga kawanan yang sama dalam kasus perampokan di Bogor, Depok dan Bekasi,” terang Boy.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu lima pelaku lain yang diduga sedang bersembunyi di Pulau Sumatera. ”Tapi dari seluruh tersangka yang dapat ditangkap berhasil diselamatkan pula 10 Kg emas hasil kejahatan mereka,” tuturnya.
SISA GAM
Pemerintah tengah menelusuri asal-usul senjata api (senpi) yang digunakan dalam aksi perampokan yang marak akhir-akhir ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menduga, senjata tersebut berasal dari sisa-sisa konflik Aceh.
Purnomo mengatakan, dalam perjanjian Helsinki terdapat kesepakatan pengumpulan senjata eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun, dia mendapat laporan belum semua senjata dapat dikumpulkan. ”Jadi itu yang sekarang kita minta klarifikasi. Dihitung lagi, dulu jumlahnya berapa, yang sudah terkumpul berapa, yang masih beredar berapa, dan di mana saja, itu yang penting,” kata Purnomo di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
Menhan memastikan senjata tidak berasal dari TNI. ”Di gudang-gudang tidak ada, dan itu bukan pegangan TNI. Karena itu AK 47,” kata Purnomo. Saat ini TNI tidak menggunakan senjata buatan Rusia tersebut.
Purnomo mengatakan, TNI sekarang tengah berada dalam pertalihan penggunaan senjata jenis M-16 ke SS1 dan SS2. ”Jadi ketahuan sekali SS1 SS2 dipegang personil kita,” kata mantan menteri energi dan sumber daya mineral itu.
Menhan mengatakan, selain sisa konflik Aceh, kemungkinan lainnya adalah dari penyelundupan. Dia menambahkan, selain TNI dan Polri yang memiliki hak memegang senjata, secara undang-undang memang ada organisasi lain yang juga berhak. ”Saya tidak katakan yang mana. Saya tahu ada sekitar beberapa organisasai yang mereka bisa menggunakan sejata,” kata Purnomo.
Panglima TNI Djoko Santoso juga menegaskan tak ada senjata api milik TNI yang digunakan para perampok. ”Jadi dari hasil penelitian itu, senjata ini sampai saat ini hasilnya bukan senjata TNI,” kata Panglima. Djoko mengatakan, penertiban senjata api harus dilakukan bersama-sama dengan kepolisian.
PECATAN POLISI
Secara terpisah, pihak Mabes Polri mengatakan bahwa peredaran senjata gelap masih susah dibendung. Meski begitu, aparat kini fokus merazia senjata dan mendata ulang senjata api yang beredar di masyarakat.
’’Peredaran senjata api saat ini memang memprihatinkan. Namun, jumlah senjata api yang beredar saat ini, kami tidak tahu. Ini kelemahan kita semua,’’ ujar Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan.
Mantan Kapolda Bangka Belitung itu menuturkan bahwa peredaran senjata api saat ini sulit dilacak. Tidak sedikit senjata api ilegal masuk melalui daerah yang minim pengawasan polisi. Misalnya, daerah perairan yang kerap digunakan sebagai lokasi untuk menyelundupkan senjata api.
’’Kita memiliki daerah perairan yang sangat luas dan sulit dikontrol. Semua pantai tidak terpantau semua. Mereka (penyelundup) masih memiliki celah, meskipun kita sudah membangun pos keamanan di beberapa pantai,’’ katanya.
Perampok di Medan dan beberapa wilayah lainnya menggunakan senjata api genggam dan juga laras panjang. Di Medan, misalnya, mereka menggunakan senpi FN, AK-47 dan AK-56. Senjata itu diduga mudah beredar di pasar gelap.
Dalam beberapa kasus kriminal yang berhasil dibongkar polisi, biasanya tersangka mengakui senjatanya berasal dari ’’orang dalam’’. Misalnya, dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Eksekutor Nasrudin, Daniel mengaku bahwa revolver Colt 38-nya didapat dari oknum anggota Brimob dan oknum anggota TNI-AL. Senjata itu ternyata tidak teregistrasi karena ditemukan saat tsunami Aceh, diperbaiki, lalu dijual ulang.
Dalam kasus latihan terorisme di Aceh, para pelaku secara terang-terangan mendapatkan senjata dari oknum pecatan polisi bernama Sofyan Tasuri. Selain itu, mereka berhasil mereparasi sisa-sisa senjata konflik Aceh yang rusak.
Wakil Kepala Divisi Humas Polri Kombespol Ketut Yoga Ana menegaskan, salah seorang perampok yang terlibat di Medan terkait dengan kasus perampokan di Aceh Timur. ’’Dia juga terlibat perampokan pada 2009 di Marelan, Medan. Dia juga ditangkap atas kepemilikan senjata SS-1 yang lebih dahulu disita Poltabes Medan,’’ ujar Ketut. Perampok berinisial MRA itu juga diketahui memiliki satu senapan serbu militer lain bertipe AK-47 yang dipinjamkan kepada temannya. (ind/kum/rdl/c4/iro/jpnn).
Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=71302

11 Perampok Toko Mas di Tebet Dibekuk

Posted in category Internasional

Selasa, 24 Agustus 2010 – 21:10 WIB

MAMPANG (Pos Kota) – Sebelas pelaku perampokan emas di Pasar Bukit Duri Tebet Jaksel telah berhasil dibekuk oleh tim gabungan Polres Jaksel dan Polda Metro Jaya.

Dari tangan mereka petugas berhasil menyita tujuh senpi dan 10 Kg emas.

“Dari tujuh senpi, lima diantaranya adalah senjata rakitan,” jelas Kapolda Metro Jaya, Irjen Timur Pradopo, Selasa (24/8), disela-sela acara penutupan means seat bagi anggota polri di Hotel Grand Kemang Jaksel.

Ia juga menambahkan jika saat ini petugas masih mendalami komplotan tersebut. Apakah ada kaitannya dengan perampokan didaerah lain.

“Kami masih dalami apa ada kaitannya dengan yang di Medan atau daerah lainnya,” sambungnya.

Petugas hingga kini juga masih memburu pelaku lainnya yang diperkirakan berjumlah 14 orang. Peampokan di Tebet terjadi pada hari Jumat tanggal (6/8) siang hari. Pelaku menggunakan sepeda motor dalam beraksi. (adin/dms)

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id

Sumber: http://www.poskota.co.id/kriminal/2010/08/24/11-perampok-toko-mas-di-tebet-dibekuk


Seorang Jendral Ditembak Mati

Posted in category Internasional

Jumat, 14/05/2010 – 07:40

BANGKOK, (PRLM).- Seorang jendral pembangkang yang mendukung aksi protes antipemerintah di Thailand ditembak tidak lama setelah batas akhir bagi para pemrotes guna mengosongkan Bangkok berlalu. Khattiya Sawasdipol, yang bisa disebut Seh Daeng atau Komandan Merah, ditembak di bagian kepala dan mengalami luka serius.

Beberapa laporan menyebutkan penembakan Seh Daeng bersamaan waktunya dengan satu insiden ledakan. Beberapa orang diperkirakan menderita luka-luka. Wartawan “BBC” di Bangkok Rachel Harvey mengatakan lampu jalan di sekitar perkemahan sudah dimatikan namun pengunjuk rasa terdengar terus memutar musik keras.

Daerah yang diduduki para pengunjuk rasa selama berminggu-minggu itu berada di pusat kota Bangkok, kawasan bisnis-bisnis, hotel, restoran, dan pusat-pusat perbelanjaan. Akibat insiden terbaru ini, sejumlah orang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit tidak jauh dari sana.

Juga ada laporan bahwa ledakan terjadi di dekat salah persimpangan jalan utama, beberapa jam setelah berakhir batas waktu yang ditetapkan oleh pihak berwenang agar Baju Merah meninggalkan kawasan yang mereka duduki tersebut.

Selama beberapa jam menjelang pelaksanaan ultimatum untuk mengisolasi kawasan yang diduduki pengunjuk rasa, pihak berwenang menghentikan angkutan umum dan lalu lintas menuju lokasi yang diduduki belasan ribu pengunjuk rasa Baju Merah.

Samuel Carolus, manajer pemasaran Hote Grand Hyatt Erawan, yang berada di kawasan pendudukan demonstran, mengatakan kepada “BBC” bahwa pihak berwenang tidak membolehkan angkutan kota berhenti di stasiun sekitar distrik itu.

“Mereka menginstruksikan agar kereta tidak beroperasi dan tidak berhenti di tempat tersebut dan juga ada beberapa jalan yang ditutup,” kata Samuel.

Menurut manajer asal Indonesia itu- yang diwawancarai sebelum batas waktu pengosongan- dia tidak yakin tentara akan melakukan pemaksaan untuk mengusir para demonstran.

Ditambahkannya, kalaupun pihak berwenang mengambil langkah pengisolasian dalam bentuk pemutusan aliran listrik dan air seperti yang pernah diancamkan sebelumnya, kemungkinan sekali tindakan itu akan dilakukan secara terbatas. (A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/113446

Polisi Filipina Tewaskan Penyandera

Posted in category Internasional

Senin, 23/08/2010 – 23:28

MANILA, (PRLM).- Polisi Filipina menewaskan seorang penyandera ketika menyerbu sebuah bus di mana 15 turis asal Hong Kong dijadikan sandera oleh seorang mantan anggota kepolisian Filipina.

Kantor berita Reuter melaporkan, polisi tampak memindahkan sesosok mayat dari bus yang diduga merupakan penyendera yang ditembak mati. Namun beberapa mayat lainnya tampak dipindahkan, dan sejauh ini belum ada penjelasan resmi berapa korban tewas di kalangan turis asal Hongkong tersebut.

Penyandera, yang kemudian diketahui bernama Rolando Mendoza (55 tahun) membawa senapan serbu M-16 ketika diketahui menghentikan bus yang tadinya berisikan 25 penumpang. Insiden itu terjadi Senin pagi waktu setempat di pusat Kota Manila.

Ketika melihat polisi mengepung bus, Mandoza mengancam dalam bahasa Tagalog akan membunuh para sandera. Sementara saudara Mendoza, Gregorio menjelaskan kepada sebuah stasiun radio setempat bahwa abangnya sakit hati telah dipecat dari kepolisian Filipina. “Ia merasa diperlakukan tidak adil.”

Di kaca bus, Mendoza kemudian menulis di atas kertas yang ditempelkan, “Kesalahan besar untuk memperbaiki keputusan yang salah.”

Sementara kawasan sekitar bus dikosongkan, pihak Kedubes Cina di Manila menegaskan, kepolisian Filipina diharapkan bersikap tegas dan melakukan langkah apapun yang dianggap perlu. (A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/120614