Malang,BeritaAntara.Com — Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Majelis Wilayah Jawa Timur resmi meluncurkan buku berjudul *“Bunga Rampai: Isu Perempuan, Perspektif, Tantangan, dan Transformasi” Seri 1 dalam sebuah acara yang digelar di Kafe Kane, Malang. Peluncuran buku ini menjadi momentum penting dalam memperingati semangat perjuangan perempuan Indonesia yang terinspirasi dari nilai-nilai Hari Kartini.
Buku ini merupakan kristalisasi gagasan, pengalaman, serta komitmen dari 21 perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, aktivis, hingga ibu rumah tangga. Para penulis telah mendedikasikan pemikiran dan waktunya untuk memperjuangkan keadilan gender, pemberdayaan perempuan, serta transformasi sosial di Indonesia.
Ketua FORHATI Jawa Timur, Dr. Ana Sopanah Supriyadi, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa FORHATI sebagai organisasi intelektual perempuan yang berakar pada nilai-nilai Islam moderat, progresif, dan inklusif, terus hadir memberikan ide, gagasan, serta solusi nyata bagi persoalan perempuan melalui karya-karya produktif seperti buku ini.
Minggu 26 Desember 2026
Menurutnya, buku ini merepresentasikan pergulatan pemikiran yang mendalam dalam tiga tema besar, yakni pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya Beragam isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari perjuangan meraih puncak karier akademik, kepemimpinan perempuan dalam perspektif Islam, keadilan gender, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, kesehatan mental perempuan, ekofeminisme, kewirausahaan sosial, hingga perencanaan keuangan Islami. Seluruh tema diangkat dengan kedalaman akademik sekaligus relevansi praktis yang tinggi.
Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan FORHATI, lanjutnya, memiliki sejarah panjang dalam gerakan intelektual dan sosial di Indonesia. Sebagai organisasi yang lahir dari rahim gerakan mahasiswa Islam, keduanya memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan, termasuk keadilan gender.
“Buku ini adalah bukti konkret bahwa FORHATI tidak hanya berbicara tentang pemberdayaan perempuan, tetapi juga mempraktikkannya melalui produksi pengetahuan yang berkualitas, refleksi kritis terhadap realitas sosial, serta tawaran solusi yang inovatif,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium KAHMI Jawa Timur, Dr. Agus Machfud Fauzi, M.Si. dalam sambutannya berharap KAHMI dan FORHATI terus memperkuat sinergi dalam memperjuangkan agenda keadilan gender di Indonesia. Menurutnya, KAHMI dengan jaringan alumni yang luas di berbagai sektor dapat menjadi mitra strategis FORHATI dalam mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada perempuan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Bersama-sama kita dapat mewujudkan visi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan gender,” tegasnya.
Buku “Bunga Rampai: Isu Perempuan, Perspektif, Tantangan, dan Transformasi” diharapkan tidak hanya menjadi bacaan yang mencerahkan, tetapi juga menjadi rujukan penting dalam merumuskan kebijakan, program, dan gerakan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya