Home / Business / Pedasnya Cabai Hanya Untungkan Tengkulak

Pedasnya Cabai Hanya Untungkan Tengkulak

didiks1KOTA MALANG – Melambungnya harga cabai yang tembus Rp 100 ribu per kilogram tak hanya membuat kelimpungan masyarakat, tapi juga pedagang. Para pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Jawa Timur mendorong pemerintah segera turun tangan.
Terlebih lagi, kenaikan harga cabai tidak lepas dari ulah para tengkulak yang ingin meraup banyak keuntungan dengan menaikkan harga cabai. Dengan demikian, persoalan kenaikan harga cabai dapat segera diatasi. ”Pemerintah harus segera hadir untuk menyelesaikan kenaikan harga cabai,” kata ketua Ikapi Jatim Didik Supriyanto, Jumat (6/1).
Menurut Didik jika tidak segera diatasi maka akan memicu terjadinya inflasi. Terlebih lagi, persoalan cabai ini menyangkut kebutuhan banyak masyarakat. Banyak sektor yang akan terganggu dengan kenaikan harga cabai. Dengan kenaikan harga cabai juga akan memicu terjadinya kenaikan pada sejumlah harga-harga lainnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sambung Didik, bisa dilakukan dengan keterlibatan badan urusan logistik (bulog). Menurutnya, bulog bisa membeli cabai dari para petani. Kemudian memfasilitasi para pedagang. Baik itu pedagang kecil maupun pedagang besar. Dengan keterlibatan bulog, maka problem kenaikan cabai bisa dikendalikan. ”Pemerintah bisa hadir untuk menyeibangkaan antara permintaan penawaran,” kata Didik yang juga dosen Universitas Islam Malang (Unisma) ini.
Masih menurut Didik, problem kenaikan harga cabai itu hanya segelintir orang yang diuntungkan, yakni para makelar. Bukan para petani, lebih-lebih para pedagang. Pihak yang paling berutung dalam kenaikan harga cabai adalah para tengkulak. Merekalah yang menguasai pasar cabai mendapat banyak keuntungan dengan melakukan sejumlah skenario untuk membuat kelangkaan cabai. (*)

About admin

Check Also

PARTAI POLITIK HARUS PERSIAPKAN DIRI HADAPI BONUS DEMOGRAFI

Beritaantara.com,- Malang. Bonus demografi bangsa ini membuat letupan generasi usia produktif yang menyebar di negeri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *