Home / Business / RAHMAD CATERING “RASA BINTANG LIMA – HARGA KAKI LIMA”

RAHMAD CATERING “RASA BINTANG LIMA – HARGA KAKI LIMA”

Covid-19 yang dirasakan hampir di seluruh negara memunculkan banyak kekawatiran terutama pada kesehatan manusia. Hal ini menjadikan seluruh sektor memperhatikan protokol kesehatan dalam kegiatannya. Pemberlakuan new normal pun sudah mulai disosialisasikan oleh pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Aturan new normal saat ini masih membatasi pembisnis kuliner khusus nya katering dalam melayani jasanya.

 

Rahmad catring siap melayani paket catering wedding dengan cita rasa yang berkelas dan khas nusantara dengan Chef profesional yang telah berpengalaman dan mempunyai resep turun temurun mampu menghasilkan hidangan yang lezat dan khas untuk setiap tamu undangan.

Akibat Covid 19 ini sangat dirasakan dampaknya khususnya katering dalam event-event seperti acara pernikahan,indor maupun outdoor misalnya resepsi pernikahan yang kemarin di adaka di dsun kasemi desa sebani kec pandaan yang tak lain adalah kampung halaman dari didik sinyo pemilik dan mengelola rahmad catring yang sekaligus menjadi kebanggaan dan berharap bsa mengangkat nama desa yang beliau tempati saat ini
Resepi pernikahan yang langsungkan beberapa jam dan hanya di hadiri oleh pihak kluarga dan saudara terdekat pengantin dari mas hadi dan mbak novi jatuh pda tanggal 17 agustus yang tepat dengan hari ulang tahun kemerdekaan RI.

 

Meskipun begitu rahmad catring tidak mau dan tidak ingin mengecewakan kelurga pengantin rahmad catring menyuguhkn masakan dan menu yang istimwewah dan rasa yang sangat lezat.
Meskipun demikian rahmad catring gak patah semangat meskipun orderan via online kini paling banyak hanya untuk 100-150 porsi saja atau bakan pemesanan sekitar 50 porsi saja atau bahkan tidak ada pemesanan sama sekali untuk pesta pernikahan dikarenakan masyarakat tidak boleh mengadakan keramaian dakam musim pandemi ini.

Wabah ini tentunya menurunkan peluang para pembisnis dibidang kuliner khusus nya catring untuk mengejar omset.

 

Merebaknya Covid 19 menjelang bulan jumadil awal atau jumadil akhir di mana banyak orang jawa yang melakukan pernikahan di bulan tersebut karna di percaya bulan yang baik untuk berumah tangga dan banyaknya event-event yang tertunda bahkan tercancel dikarenakan masyarakat harus menjaga jarak untuk mencegah penularan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19.
Pemasukan yang terus menurun juga mengakibatkan beberapa pembisnis katering merumahkan sebagian bahkan seluruhnya para karyawannya atau menutup bisnisnya.

 

New Normal yang disosialisasikan oleh pemerintah menjadikan beberapa pembisnis pun mengubah cara penjualannya kepada pelanggan yaitu berubah menjadi penjualan secara online. Sayangnya, tidak semua pembisnis katering dapat menjual secara online yaitu tergantung dari jenis makanan yang dijualnya apakah tahan lama atau justru mudah basi.

 

 

Bahkan pemerintah menganjurkan masyarakat untuk membeli makanan secara online, ini memberikan sedikit peluang akan tetapi belum tentu semua pembisnis bisa atau paham dengan penjualan secara online, keterbatasan fasilitaspun menjadi kendala.

 

“Kami sangat merasakan penurunan pendapatan yang cukup drastis saat pandemi, tidak ada pemesanan, bahkan bahan baku yang terlanjur dibeli ternyata pelanggan mengcancelnya. Kami putar otak bagaimana bertahan disaat pandemi seperti ini sangat minim pelanggan yang memesan katering, dengan ada nya even nikahan seperti ini dan ada d kampung halaman sendiri seperti ini saya berharap agak merek atau klau d kampung mereka sendiri punya catring yang sudah bnyak di kenal di daerah lain dan masalah harga dan rasa sudak di ragukan lagi.
Kalau di kampung sendiri ada catring ngapain cari catring ynag lain yang lebih jauh dan lbih mahal “ujar didik sinyo pebisnis rahmad catring

Diri juga berharap supaya wabah ini cepat berlalu dan bisa normal kembali seperti dulu.

Zheenyii

About admin

Check Also

DALAM WAKTU 1 JAM 32 PELANGGAR TERJARING DALAM OPRASI YUSTISI

BeritaAntara.com, Malang | Dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 pemerintah Kabupaten …