Home / Pendidikan / PROGRAM AKHIR MAHASISWA KKN KELOMPOK 46 GELOMBANG 3 DI DESA PASANGGRAHAN

PROGRAM AKHIR MAHASISWA KKN KELOMPOK 46 GELOMBANG 3 DI DESA PASANGGRAHAN

BeritaAntara.com – Batu : Mahasiswa kelompok 46 Gelombang 3 PMM Universitas Muhammadiyah Malang yang di bimbingan oleh Ibu Arina Restian S.Pd., M.Pd. Melakukan Kegiatan Akhir yakni Membuat 2 Washtafel Pedal Portabel yang letakan di Kantor desa Pasanggrahan dan di Balai Dusun Srebet Barat, Senin (24/01/20) Siang tadi.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa yang diselenggarakan oleh DPPM Universitas Muhammadiyah Malang, sebelumnya mereka juga telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti pembuatan jamu tradisional Wedhang Meimun (Meningkatkan Imun), pembagian masker dan handsanitizer, edukasi tentang New Normal melalui poster dan brosur secara door to door, serta membuat Taman Telaga Warna (Tanaman Herbal Keluarga Warisan Nusantara).

 

Kepala desa Pasanggrahan saat Mencoba Washtafel pedal portabel

 

“Saya selaku Kepala Desa Pesanggrahan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa. Bapak berharap perjuangan adik-adik dalam menuntut ilmu tidak hanya dari kampus saja, melainkan dari kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Semua rangkaian kegiatan yang dilakukan adik-adik mahasiswa selama 1 bulan ini merupakan hasil karya yang benar-benar luar biasa dan memberikan dampak yang sangat positif di masyarakat’’, tutur Bapak Imam Wahyudi selaku Kepala Desa pasanggrahan.

 

“Semoga mahasiswa dapat terus membuat ide-ide lain yang dapat bermanfaat bagi masyarakat secara berkesinambungan” Tambahnya

 

Penyerahan Washtafel pedal portabel yang di terima langsung oleh kepaladesa pasanggrahan kota batu

 

Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa farmasi ini bertempat di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur dan telah berlangsung selama 32 Hari. Wastafel Pedal yang dibuat merupakan hasil ide atau inisiatif murni dari kelompok. Konsep dari Wastafel Pedal ini sendiri adalah untuk membuat cuci tangan menjadi lebih praktis dan higienis. Wastafel ini terdiri dari 2 buah pedal. Pedal sebelah kiri digunakan untuk mengeluarkan air, sedangkan pedal sebelah kanan digunakan untuk mengeluarkan sabun. Dengan adanya wastafel pedal ini, diharapkan masyarakat atau pengguna wastafel tidak perlu lagi memegang kran air ataupun memencet sabun dengan cara manual, melainkan sudah diganti dengan pedal tersebut sehingga cuci tangan dapat menjadi semakin optimal dan efektif untuk mencegah penyebaran virus dan kuman melalui memegang kran dan pencetan sabun. Jumlah wastafel pedal yang dibuat oleh para mahasiswa ini sebanyak 2 buah. Masing-masing wastafel di tempatkan di Kantor Desa Pesanggahan dan Balai Pertemuan Warga di Dusun Srebet Barat. Pembuatan wastafel Pedal Portabel ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur.

 

Didik selaku Ketua Rw 06 desa pasanggrahan saat mencoba Washtafel

 

“Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa. Saya senang sekali dengan kontribusi yang dilakukan oleh mahasiswa selama sebulan mengabdi disini. Banyak yang telah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa seperti pembuatan jamu, pembagian handsanitizer dan masker serta membantu warga dalam kegiatan Idhul Adha juga edukasi yang dilakukan adik-adik sangat bermanfaat sekali. Saya benar-benar senang dan berterimakasih sekali kepada adik-adik’’, Tutur bapak didik selaku ketua Rw 06 desa pasanggrahan.

 

Dengan Pembuatan Wastafel Pedal ini, diharapkan dapat meberikan dampak yang positif kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat serta dapat berkontribusi langsung dalam pemutusan rantai persebaran Virus Covid-19. Penyerahan Wastafel Pedal Portabel di Kantor Desa Pesanggrahan dan Balai Pertemuan Warga juga merupakan kenang-kenangan atau prasasti yang diberikan oleh kelompok pengabdian masyarakat kepada masyarakat sekitar. Koordiator Kelompok 46 Gelombang 3, Arif mengatakan bahwa kelompok kami tidak akan berhenti melakukan terobosan ataupun kegiatan-kegiatan lainnya untuk membantu memutus rantai persebaran Covid-19. Arif juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Desa dan Masyarakat sekitar yang telah menerima kedatangan kelompok kami dari awal kegiatan hingga berakhir tepat pada satu bulan ini. (Nadya)

About admin

Check Also

STISOSPOL WASKITA DHARMA MALANG GELAR WISUDA DRIVE THRU

BERITAANTARA.COM, MALANG , Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma Malang menggelar …