Home / Fokus / Mengusung tema “Guyub Rukun Agawe Santoso” 32 Peserta adu Kreativitas Ramaikan Ketindan Carnival 2026
oplus_131074

Mengusung tema “Guyub Rukun Agawe Santoso” 32 Peserta adu Kreativitas Ramaikan Ketindan Carnival 2026

Malang,BeritaAntara.com— Sebanyak 32 peserta dari kalangan anak-anak hingga dewasa dijadwalkan mengikuti rangkaian Ketindan Carnival 2026 yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang mengusung semangat “Guyub Rukun Agawe Santoso” tersebut tidak hanya menghadirkan peserta dari masyarakat, tetapi juga melibatkan unsur pemerintahan desa, sekolah, kelompok pemuda, hingga perwakilan lingkungan warga.

Berdasarkan informasi panitia, rangkaian kegiatan terbagi dalam dua agenda utama, yakni Pawai Budaya Ketindan dan Ketindan Carnival.

Pawai budaya dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB, sedangkan Ketindan Carnival dijadwalkan dimulai pada pukul 18.00 WIB.

Salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan menyebutkan, jumlah peserta yang telah mengikuti atau menyatakan komitmen mencapai 32 orang/peserta dengan rentang usia mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Pesertanya 32, 32 peserta dari anak-anak sampai dewasa,” ujarnya.

Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Rangkaian Pawai Budaya Ketindan 2026 melibatkan sejumlah kelompok. Dalam susunan peserta yang tercantum dalam informasi kegiatan, terdapat banner pembuka, pasukan bendera, drumband TK Dharma Wanita Ketindan, Ibu Kepala Desa, perangkat desa, Ibu PKK Desa Ketindan, drumband SDN Ketindan 5, Paribendo, drumband Al-Mustaqim, Prolanis, kader Desa Ketindan, hingga perwakilan sejumlah RW.

Sejumlah kelompok juga tercatat mendapat dukungan perangkat audio dalam pelaksanaan kegiatan.

Pada bagian peserta carnival, terdapat sejumlah kelompok masyarakat dan pemuda, di antaranya Kampung Cenggeret (RW09), Pemuda Keleleran (RW03), Pemuda Center Reborn, Team Ruwet (RW07), Semoyo Gank (RW10), Team Senyap x Mama Muda (RW07), PKT x Bina Karya (RW08), Rompes Gank x Bhakti Remaja (RW09), Pemuda Sektor Barat (RW10), Young Sedoso (RW10), serta Kharisma Muda (RW07).

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama.

Peserta Beragam Usia

Dengan peserta yang berasal dari anak-anak hingga dewasa, penyelenggara harus memperhatikan pengaturan teknis selama kegiatan berlangsung.

Jumlah peserta yang telah mencapai 32 tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menghitung durasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Penyelenggara sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk membahas teknis pelaksanaan, termasuk mengenai pengaturan waktu.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, pihak kepolisian menyampaikan batas waktu kegiatan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kalau pembatasan waktu dari pihak kepolisian, kemarin kita rakor itu sekitar jam 2,” jelasnya.

Namun, berdasarkan perhitungan terhadap rangkaian kegiatan dan kondisi teknis di lapangan, pelaksanaan diperkirakan masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Meski demikian, penyelenggara tetap menjadikan hasil koordinasi dengan kepolisian sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan.

Berlanjut hingga Ketindan Carnival Malam Hari

Setelah agenda Pawai Budaya Ketindan yang dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB, rangkaian acara berlanjut dengan Ketindan Carnival yang dijadwalkan mulai pukul 18.00 WIB.

Konsep kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemeriahan sekaligus memperkuat kebersamaan warga melalui keterlibatan berbagai kelompok masyarakat.

Dari susunan peserta yang tercantum, kelompok pemuda dan perwakilan lingkungan dari sejumlah RW turut mengambil bagian dalam carnival.

Masing-masing kelompok juga tercatat membawa identitas dan dukungan audio tersendiri, sehingga pelaksanaan carnival diperkirakan berlangsung dengan suasana yang meriah.

Momentum Ketindan Carnival 2026 sekaligus menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan. Mulai dari anak-anak, pelajar, kelompok pemuda, kader masyarakat, hingga perangkat desa dapat terlibat dalam kegiatan yang mengedepankan kebersamaan.

Dengan mengusung semangat “Guyub Rukun Agawe Santoso”, kegiatan pada 19 September 2026 tersebut diharapkan mampu memperkuat kekompakan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi kebersamaan di Desa Ketindan.

Sementara itu, dari sisi keamanan dan ketertiban, penyelenggara memastikan pelaksanaan tetap memperhatikan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, khususnya terkait pengaturan waktu dan kondisi di lapangan.

Dengan agenda yang berlangsung sejak siang hingga malam, Ketindan Carnival 2026 menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan unsur budaya, kreativitas masyarakat, dan kebersamaan warga dalam satu rangkaian acara.

(Yan/Putra)

wakaf quran

About Redaktur admin

Check Also

Kapolres Batu tekankan wawasan kebangsaan sejak dini di SMA 2 Batu sekaligus jadi pemimpin Apel 

Batu,BeritaAntara.com– Kepolisian Resor (Polres) Batu terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui program pembinaan generasi …

error: Content is protected !!