BeritaAntara.Com-Groundbreaking Pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia sebagai inisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang akan berdiri di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang berlangsung pada Kamis (11/6)pagi.
Pembangunan pabrik itu adalah langkah strategis memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Selain itu juga mengembangkan ekosistem bisnis kesehatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Pabrik infus tersebut dikelola lewat PT Suryavena Farma Indonesia sebagai entitas bisnis Muhammadiyah. PT Suryavena Farma Indonesia dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok kebutuhan kesehatan yang selama ini masih bergantung pada pihak luar. Saat ini, Muhammadiyah mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Majelus Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah membangun pabrik cairan infus PT Suryavena Farma Indonesia dengan total investasi sekitar Rp800 miliar belum termasuk aset tanah.
“Total investasi sebesar Rp800 miliar di luar aset tanah. Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu pemegang saham karena pemilik lahannya. Pabrik ini melibatkan rumah sakit di lingkungan Muhammadiyah yang juga pemegang saham,” tegas Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri, Muhadjir Effendy, dalam kesempatan tersebut.
Adapun manajemen pabrik di bawah koordinasi majelis kesehatan dan majelis ekonomi bisnis. Kedepan, lanjutnya, ada beberapa majelis juga akan mengembangkan industri sesuai karakter masing-masing.
Muhadjir mengatakan PT Suryavena Farma Indonesia sudah beroperasi selama dua tahun terakhir dengan menerapkan sistem maklun. Kini, bisnis dioptimalkan sehingga dengan keberadaan pabrik dinilai jauh lebih efisien, termasuk kontrol kualitas bisa lebih ketat. Bahkan, pabrik yang memproduksi sendiri cairan infus akan menawarkan harga lebih kompetitif ketimbang produk serupa di luar Muhammadiyah.
“Ini peluangnya sangat besar, nanti kita memetakan potensi lebih luas,” katanya.
Nantinya, distribusi produk akan membentuk jaringan sendiri lebih luas dari sebelumnya bekerja sama dengan Kimia Farma.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pembangunan pabrik yang memproduksi cairan infus ini karena Muhammadiyah memiliki 130 rumah sakit dan ratusan klinik. Karena itu, kebutuhan cairan infus akan terlayani dengan kekuatan sendiri tanpa perlu bergantung pada pihak lain.
Sedangkan pembangunan pabrik didasari oleh kehendak memperkuat ekonomi rakyat dan umat. Spirit itu sesuai semangat naik kelas menuju ekonomi menengah ke atas menjadi keutamaan sembari konsisten memberdayakan masyarakat.
“Muhammadiyah mengusung spirit naik kelas, spirit bangkit membangun ekonomi yang identik dengan kekuatan rakyat,”tuturnya.
Semangat membangun ekosistem ekonomi umat dan bangsa yang naik kelas itu sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto. Sebab, mewujudkan Indonesia Emas, dasarnya harus mandiri dengan syarat segala sumber daya alam dikelola secara mandiri.
“Muhammadiyah berada di jalur itu. Saya yakin bertemu dengan spirit bangsa menjadi pilar kemajuan Indonesia ke depan,”pungkasnya
Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri Groundbreaking Pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia yang akan berdiri di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6) pagi. Ia menyambut baik hadirnya investasi industri kesehatan tersebut karena menurutnya pembangunan pabrik infus tersebut tidak hanya akan memperkuat sektor kesehatan nasional. Wakil Bupati (Wabup) Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib saat turut memimpin acara Groundbreaking Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia di Karangploso Tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
Peletakan batu pertama di lokasi pabrik yang akan dibangun di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6).elalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pengembangan potensi kawasan industri di Kabupaten Malang. “Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia ini,” katanya dalam sambutan.
Ia mengatakan kehadiran industri kesehatan sebagai inisiasi Muhammadiyah merupakan langkah nyata mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi dalam negeri. “Kami berharap investasi ini tak hanya mampu memenuhi kebutuhan produk kesehatan secara mandiri, tetapi juga memberikan dampak positif perekonomian daerah lewat penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya ekosistem industri yang berdaya saing di Kabupaten Malang,” ujar Lathifah.
Turut hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Direktur Utama BPJS Kesehatan, jajaran pimpinan Muhammadiyah,unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan dari kalangan akademisi, dunia usaha,dan sektor kesehatan.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya