Malang,BeritaAntara.Com– Panen raya jagung dalam kegiatan Harvest Festival PT Advanta Seeds Indonesia di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, menjadi momentum bagi petani setempat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi melalui budidaya jagung.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, yang akrab disapa Bu Nyai, bersama Pemerintah Desa Purwosekar dan pihak PT Advanta Seeds Indonesia.
Lathifah mengatakan, produktivitas jagung di wilayah tersebut menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Ia menyebut, sejak panen pertama pada 2021, produktivitas yang sebelumnya sekitar 2 ton per hektare kini berdasarkan laporan yang diterimanya telah mencapai sekitar 12 ton per hektare pada 2025.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Banyak masyarakat yang kemudian mengalihkan tanaman tebu untuk menanam jagung karena masa panennya lebih pendek, sekitar tiga sampai empat bulan sudah bisa panen,” ujar Lathifah.
Menurutnya, pola tersebut memberikan alternatif bagi petani dalam mengelola lahan. Selain jagung, sebagian petani juga tetap menanam padi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.
Jika hasil panen melebihi kebutuhan rumah tangga, hasil tersebut dapat dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional dan meningkatkan pendapatan keluarga petani.
Lathifah mencontohkan, berdasarkan gambaran yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, lahan sekitar 2.000 meter persegi dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta, masih terdapat potensi pendapatan sekitar Rp9 juta.
“Kalau dikalikan lima, sekitar Rp45 juta. Itu dalam satu periode empat bulan. Kalau bisa panen dua kali, tentu potensi pendapatannya bisa lebih besar,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan produktivitas dan pendapatan petani tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.
Lathifah juga menekankan pentingnya kemitraan antara petani, pemerintah dan pelaku usaha, termasuk melalui transfer teknologi pertanian.
Menurutnya, transformasi teknologi menjadi bagian penting agar petani tidak hanya mengandalkan pola pertanian konvensional.
“Yang petani-petani senior mungkin adaptasinya agak lambat, tetapi yang muda-muda insyaallah bisa lebih cepat mengikuti kemajuan teknologi pertanian,” katanya.
70 Hektare Lahan Jagung di Purwosekar
Sementara itu, Kepala Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Linda Ernaningtiyas, S.E., mengatakan kerja sama antara Pemerintah Desa Purwosekar dan PT Advanta Seeds Indonesia telah berlangsung sekitar tiga tahun, khususnya dalam pengembangan tanaman jagung.
Ia menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas masyarakat Desa Purwosekar. Pada 2026, luas lahan yang ditanami jagung disebut telah mencapai sekitar 70 hektare.
“Untuk kegiatan hari ini merupakan Harvest Festival PT Advanta Seeds Indonesia. Kami kebetulan sudah bekerja sama dengan Advanta kurang lebih tiga tahun untuk penanaman jagung. Hari ini panen raya,” kata Linda.
Menurut Linda, produktivitas jagung pada 2025 berada di kisaran 12 ton per hektare. Untuk tahun ini, hasil panen disebut masih berada di kisaran yang sama, dengan harapan dapat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah petani yang menanam jagung.
Menariknya, peningkatan hasil panen pada 2025 disebut mulai mendorong sebagian petani yang sebelumnya menanam tebu untuk beralih ke jagung.
“Karena petani jagung pada 2025 hasilnya meningkat, petani tebu kemudian tertarik untuk menanam jagung,” ujarnya.
Kemitraan dari Benih hingga Hasil Panen
Linda menjelaskan, kerja sama dengan PT Advanta tidak hanya berkaitan dengan penyediaan benih. Hasil panen petani juga memiliki jalur penyerapan melalui perusahaan tersebut.
“Benihnya dari Advanta, yang membeli hasil panennya juga Advanta,” jelasnya.
Menurutnya, pola kemitraan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.
Pemerintah Desa Purwosekar berharap pengembangan komoditas jagung dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat.
“Semoga dari tahun ke tahun petani semakin makmur, kesejahteraannya semakin meningkat, mendapatkan keberkahan, dan sukses juga untuk Advanta,” pungkas Linda.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya