Malang,BeritaAntara.Com— Kebakaran yang terjadi di area Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang berhasil ditangani dengan cepat oleh tim tanggap darurat rumah sakit bersama petugas pemadam kebakaran Kota Malang. Manajemen RSSA memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Direktur Utama RSSA Malang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kebakaran, khususnya tim pemadam kebakaran Kota Malang yang menerjunkan tujuh unit mobil pemadam.
Peristiwa kebakaran diketahui pertama kali pada Selasa sekitar pukul 14.50 WIB di bagian atap ruang Instalasi Gizi RSSA. Setelah kejadian terdeteksi, sistem tanggap darurat rumah sakit langsung diaktifkan melalui kode merah untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.40 WIB. Berkat respons cepat petugas, kebakaran dapat dilokalisasi sehingga tidak merambat ke area pelayanan rumah sakit lainnya.
“Dengan sistem tanggap darurat rumah sakit dan bantuan dari tim pemadam kebakaran Kota Malang, api berhasil dipadamkan dan tidak menyebar ke ruangan lain,” ujar Direktur Utama RSSA.
Terkait penyebab kebakaran, pihak RSSA masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Namun, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh hubungan pendek arus listrik pada bagian atap ruang Instalasi Gizi.
Akibat kejadian tersebut, area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 300 meter persegi, dengan estimasi kerugian sementara sekitar Rp900 juta. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap dan fasilitas pendukung di area Instalasi Gizi.
Pasien Sempat Dievakuasi, Pelayanan Tetap Berjalan meskipun lokasi kebakaran berada di area rumah sakit, pihak RSSA memastikan kejadian tersebut tidak berdampak langsung terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap, rumah sakit melakukan evakuasi sementara terhadap pasien di dua ruangan yang terdampak secara tidak langsung, yakni ruang rawat inap anak dan ruang rawat khusus ibu.
Pasien kemudian dipindahkan ke ruangan yang lebih aman. Setelah kondisi dinyatakan terkendali, seluruh pasien telah kembali ke ruang perawatan masing-masing dan mendapatkan pelayanan seperti sebelumnya.
“Evakuasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak asap. Saat ini seluruh pasien sudah kembali dan pelayanan berjalan normal,” jelas pihak RSSA.
Pasokan Makanan Pasien Dialihkan Sementara karena lokasi kebakaran berada di area Instalasi Gizi, RSSA melakukan langkah cepat untuk memastikan kebutuhan makanan pasien tetap terpenuhi.
Untuk sementara waktu, rumah sakit bekerja sama dengan pihak katering eksternal dengan tetap memperhatikan standar pelayanan gizi bagi pasien.
Manajemen RSSA memastikan kejadian kebakaran tidak mengganggu pelayanan medis, baik terhadap pasien yang sedang dirawat maupun pelayanan yang akan datang.Perbaikan Diperkirakan Membutuhkan Waktu Dua Bulan
Pihak rumah sakit menyebut proses perbaikan akan dilakukan setelah pemeriksaan kelayakan konstruksi selesai dilakukan. Apabila masih terdapat bagian bangunan yang dapat digunakan, maka akan dimanfaatkan kembali. Namun, bagian yang mengalami kerusakan berat akan dilakukan penggantian.
Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan, termasuk proses rekondisi peralatan, pemeriksaan keamanan, hingga sertifikasi kelayakan sebelum area tersebut kembali digunakan.
RSSA Minta Maaf Terkait Pembatasan Akses Media Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSSA juga menyampaikan permohonan maaf terkait komunikasi petugas keamanan dengan sejumlah awak media saat melakukan peliputan di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan akses dilakukan untuk menjaga keamanan karena area kebakaran masih dalam proses sterilisasi dan investigasi.
“Kami memahami teman-teman media menjalankan tugas. Apabila cara penyampaian petugas di lapangan kurang tepat, kami mohon maaf dan akan menjadi evaluasi agar koordinasi ke depan lebih baik,” katanya.
RSSA menegaskan bahwa pembatasan lokasi bukan bertujuan menghambat kerja jurnalistik, melainkan sebagai upaya menjaga keselamatan pasien, keluarga pasien, petugas, dan masyarakat di sekitar area kejadian.
Hingga saat ini, RSSA Malang terus melakukan pemulihan fasilitas serta memastikan seluruh layanan rumah sakit tetap berjalan secara optimal.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya