Home / Business / The Alana Malang Gandeng Pejuang Mimpi Wujudkan Kemandirian Inklusif, manfaatkan Line bekas hotel menjadi karya luar Biasa 
oplus_131074

The Alana Malang Gandeng Pejuang Mimpi Wujudkan Kemandirian Inklusif, manfaatkan Line bekas hotel menjadi karya luar Biasa 

Malang,BeritaAntara.Com— Kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas dapat berjalan beriringan. Semangat inilah yang diwujudkan The Alana Hotel & Convention Center Malang melalui kolaborasi bersama Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia dalam mengolah linen bekas hotel menjadi produk kreatif bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Program bertajuk “Serat Berdaya” ini menjadi langkah untuk mengubah material yang tidak lagi memenuhi standar operasional hotel menjadi karya baru melalui kreativitas dan keterampilan. Lebih dari sekadar upaya mengurangi limbah tekstil, inisiatif tersebut juga membuka ruang bagi anak-anak binaan Pejuang Mimpi untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta merintis kemandirian sosial dan ekonomi.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud kepedulian industri perhotelan terhadap lingkungan dan kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kesempatan berkarya.

Cluster General Manager The Alana Hotel & Convention Center Malang, Sistho A. Sreshitho, ST, CHA, menyambut hangat keluarga besar Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia, para pendamping, serta rekan-rekan media yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sistho menegaskan bahwa kegiatan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menghadirkan pengalaman baru yang bermakna bagi para peserta.

“Bagi kami, ini bukan hanya sebuah acara. Ini tentang berbagi kebahagiaan, menciptakan pengalaman baru, dan membangun kenangan indah bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan keluarga besar Pejuang Mimpi Indonesia yang terus mendampingi anak-anak dalam menjalani proses tumbuh kembang dan memperjuangkan masa depan mereka.

Menurut Sistho, kolaborasi semacam ini memiliki arti penting karena mempertemukan dunia usaha dengan komunitas yang memiliki semangat besar untuk berkembang.

“Bagi kami, kehadiran teman-teman dan keluarga besar Pejuang Mimpi merupakan kebahagiaan tersendiri. Kami berharap kebersamaan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi semua,” tuturnya.

Melalui program tersebut, The Alana Malang ingin menjadikan kegiatan sosial sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak positif yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, HR Manager The Alana Hotel & Convention Center Malang, Surya Anggara, menjelaskan bahwa gagasan program Serat Berdaya berawal dari evaluasi terhadap penggunaan linen di lingkungan perhotelan.

Ia menerangkan, linen hotel memiliki standar kelayakan tersendiri. Setelah melalui siklus pencucian dan penggunaan tertentu, material tersebut dapat dinyatakan tidak lagi memenuhi standar operasional sehingga harus dikeluarkan dari pemakaian.

“Di lingkungan hotel, linen yang sudah tidak memenuhi standar operasional tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan tamu. Padahal, material tersebut masih berpotensi diolah menjadi produk lain yang bermanfaat,” jelas Surya.

 

Kondisi tersebut kemudian mendorong pihak hotel untuk mencari alternatif pemanfaatan agar linen yang sudah tidak terpakai tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Menurut Surya, inovasi daur ulang tekstil sebenarnya dapat dilakukan melalui berbagai cara. Namun, pihaknya ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan komunitas yang memiliki potensi keterampilan, termasuk anak-anak binaan Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia.

“Gagasan kami bukan hanya mendaur ulang kain, tetapi juga menciptakan nilai tambah. Material yang sebelumnya tidak lagi digunakan bisa diolah menjadi produk kreatif yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” katanya.

Dalam program ini, potongan linen akan dimanfaatkan sebagai bahan untuk menghasilkan berbagai produk kreatif, termasuk eksplorasi teknik ecoprint dan kerajinan lainnya sesuai dengan pengembangan program.

Surya menilai, pendekatan tersebut membuka peluang untuk menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendampingan dan pengembangan keterampilan, material yang sebelumnya kurang bernilai dapat memiliki fungsi baru sekaligus menjadi sarana belajar dan berkarya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melihat peluang untuk memperluas kesempatan kerja inklusif di lingkungan usaha, dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan masing-masing individu.

“Harapan kami, keberadaan hotel tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga membawa dampak sosial. Kami ingin anak-anak yang selama ini menghadapi stigma atau keterbatasan kesempatan memiliki ruang untuk berkarya, berkembang, dan menjadi lebih mandiri,” tegasnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan penyandang disabilitas dan perluasan kesempatan yang setara. Implementasinya tetap memerlukan pendampingan, penyesuaian pekerjaan, serta pengembangan keterampilan agar partisipasi mereka dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Bagi Sri Rahayu, pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia, kolaborasi ini memiliki makna emosional yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa gagasan untuk bekerja sama dengan pihak hotel telah dibicarakan sejak sekitar tiga tahun lalu.

Karena itu, terealisasinya program tersebut menjadi momen yang membahagiakan bagi dirinya dan keluarga besar yayasan.

“Saya sebenarnya tidak tahu harus berkata apa. Rasanya seperti masih bermimpi karena rencana yang sudah kami bicarakan selama tiga tahun akhirnya bisa diwujudkan hari ini,” ungkap Sri.

Ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen The Alana Malang, khususnya Surya Anggara dan Sistho A. Sreshitho, yang telah memberikan ruang bagi anak-anak binaan yayasan untuk terlibat dalam kegiatan produktif.

Sri berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk membangun kemandirian finansial sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Semoga ini menjadi awal yang baik dan pintu gerbang bagi anak-anak Pejuang Mimpi untuk bisa lebih mandiri secara finansial. Kami ingin mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kemampuan dan potensi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga menjelaskan alasan di balik pemilihan nama Pejuang Mimpi. Menurutnya, nama tersebut tidak semata-mata merujuk kepada anak-anak penyandang disabilitas, tetapi ditujukan kepada siapa pun yang memiliki harapan dan berjuang untuk mewujudkannya.

“Pejuang Mimpi bukan hanya tentang anak-anak disabilitas. Ini tentang siapa pun yang memiliki impian. Kita semua punya mimpi, dan setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperjuangkannya,” tuturnya.

Ia menilai, kesempatan untuk belajar, berkarya, dan terlibat dalam aktivitas produktif merupakan bagian penting dari perjalanan anak-anak menuju kehidupan yang lebih mandiri.

 

Perjuangan Orang Tua di Balik Senyum Anak-Anak Istimewa

Di balik semangat anak-anak binaan yayasan, terdapat perjuangan panjang para orang tua yang mendampingi mereka setiap hari. Sri mengungkapkan bahwa pendampingan anak dengan kebutuhan khusus tidak hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga dukungan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Kebutuhan pendidikan, terapi, hingga pengobatan menjadi bagian dari tanggung jawab keluarga yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Karena itulah, menurut Sri, keterlibatan para ibu dalam kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari perjuangan keluarga dalam memastikan anak-anak tetap memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.

“Membersamai anak-anak istimewa ini bukan hanya membutuhkan kesabaran. Ada biaya pendidikan, terapi, dan pengobatan yang tidak sedikit. Karena itu, keluarga harus berbagi peran agar kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa ketidakhadiran sebagian ayah dalam kegiatan tersebut bukan berarti mereka tidak memberikan dukungan. Sebagian di antaranya tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Sri kemudian membagikan pengalaman pribadinya ketika menghadapi kondisi kesehatan anaknya, Faiz, yang menurut penuturannya mengalami persoalan kesehatan serius sejak awal kehidupannya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang membentuk semangatnya untuk mendampingi keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa.

Kendati menghadapi berbagai keterbatasan, Sri berharap para orang tua tidak kehilangan ruang untuk bertumbuh bersama anak-anak mereka. Ia juga ingin masyarakat melihat anak-anak penyandang disabilitas secara lebih terbuka, dengan menempatkan potensi dan hak mereka sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial.

 

Kolaborasi Lingkungan dan Inklusi Sosial

Program Serat Berdaya memperlihatkan bagaimana persoalan limbah tekstil dapat menjadi titik awal bagi terciptanya peluang pemberdayaan. Melalui pengolahan material yang tidak lagi digunakan, kegiatan ini berupaya menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus ruang pembelajaran dan produktivitas bagi anak-anak binaan Pejuang Mimpi Indonesia.

Bagi dunia usaha, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi sosial di luar kegiatan operasional. Sementara bagi yayasan, program ini membuka peluang untuk memperkenalkan keterampilan baru dan memperluas jejaring dukungan bagi anak-anak serta keluarga mereka.

Keberlanjutan program tentu akan ditentukan oleh konsistensi pendampingan, pengembangan kualitas produk, akses pasar, serta kemampuan menciptakan kegiatan produktif yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta.

Pada akhirnya, Serat Berdaya bukan sekadar cerita tentang kain bekas yang diolah kembali. Inisiatif ini membawa pesan bahwa material yang kehilangan fungsi awalnya masih dapat menemukan nilai baru, sebagaimana setiap individu memiliki potensi yang layak diberi ruang untuk tumbuh.

Melalui kolaborasi antara The Alana Hotel & Convention Center Malang dan Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia, harapan tersebut mulai diwujudkan melalui langkah nyata: menghadirkan kesempatan, membangun kepercayaan diri, dan membuka jalan menuju kemandirian yang lebih inklusif. (Putra/Yan)

wakaf quran

About Redaktur admin

Check Also

Dipuji Praktisi Keuangan Hotel,Bikin Melek Pajak Buku Pajak Hotel Nggak Serumit Itu

Bali,BeritaAntara.Com – Mengelola hotel bukan sekadar memastikan kamar terisi, pelayanan memuaskan, dan tamu ingin kembali. …

error: Content is protected !!