Home / Business / YSPN bersama Pemkab Malang sambangi 4 sekolah di kabupaten Malang kuatkan program ketahanan pangan Berbasis sekolah

YSPN bersama Pemkab Malang sambangi 4 sekolah di kabupaten Malang kuatkan program ketahanan pangan Berbasis sekolah

Malang,BeritaAntara.Com- Bupati Malang HM. Sanusi bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) meneguhkan komitmen untuk menjalankan program ketahanan pangan berbasis sekolah di Kabupaten Malang dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Komitmen itu disampaikan ketika Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina YSPN Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Ketua Harian YSPN Marsdya TNI (Purn) Daryatmo beserta jajaran pengurus lainnya di Kabupaten Malang.

 

Terdapat beberapa sekolah di Kabupaten Malang yang menjadi titik lokasi kunjungan jajaran YSPN. Di antaranya SMPN 2 Kepanjen, SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, SMPN 1 Kepanjen dan SMP Assa’idiyyah Kepanjen.

 

Bupati Sanusi menyampaikan bahwa program ketahanan pangan berbasis sekolah ini merupakan program yang baik dan positif. Pasalnya, dengan adanya program ketahanan pangan berbasis sekolah ini, setiap peserta didik menerima pendidikan dasar mengenai ilmu menanam serta akan tertanam jiwa enterpreneur yang berbasis ketahanan pangan.

“Sehingga mulai sejak kecil anak-anak sudah punya basis untuk menanam kekayaan Kabupaten Malang agar bisa dibudidayakan,” ungkap Sanusi, Selasa (20/10/2026).

 

Dengan belajar membudidayakan berbagai tanaman pangan di sekolah, para peserta didik nantinya juga akan dilatih untuk menjual dan memasarkan produk unggulan tanaman pangan beserta hasil olahannya dari lahan yang berada di masing-masing sekolah.

 

“Nantinya ini bisa menjadi suatu bisnis pendapatan yang menjanjikan karena setelah nanti bisa berproduksi, maka berikutnya pemasarannya bisa menjadi eksportir,” ujar Sanusi.


Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menambahkan, program ketahanan pangan berbasis sekolah ini nantinya akan diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Malang dan untuk awalan akan difokuskan pada jenjang SMP.

 

“Sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan soal swasembada pangan berbasis sekolah kita kunjungi dan nanti dinas pertanian, peternakan, perikanan dan juga dinas-dinas yang lain untuk berkolaborasi mendukung swasembada pangan berbasis sekolah,” jelas Sanusi.

 

Nantinya, masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang akan membantu memenuhi kebutuhan bibit tanaman pangan serta benih ikan untuk mendukung program ketahanan pangan berbasis sekolah.

 

Menurut Sanusi, program ketahanan pangan berbasis sekolah ini sangat penting bagi setiap peserta didik di seluruh jenjang pendidikan. Hal itu dikarenakan kepedulian lingkungan serta pemahaman budidaya tanaman pangan telah tertanam sejak dini.

 

“Ini jadi kebutuhan karena untuk memberikan kemampuan dasar untuk anak-anak agar nanti anak-anak mencintai tanaman pangan di daerahnya sendiri. Dimulai dari kepala sekolah yang menghimpun dan hasilnya dibagi kepada anak-anak dan kebanyakan dibuat makan bersama,” ungkap Sanusi.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YSPN Mayjen TNI (Purn) Sudrajat mengatakan, bahwa program ketahanan pangan berbasis sekolah ini sangat penting. Menurut Sudrajat, dengan adanya program ini, bangsa Indonesia akan semakin peduli terhadap tanaman pangan dan lingkungan.

“Karena kehidupan berbangsa dan bernegara itu basisnya adalah pangan. Kalau pangan kuat, bangsa itu akan kuat,” tegas Sudrajat.

 

Mantan duta besar RI untuk China merangkap Mongolia ini mengatakan, sudah sejak lama para peserta didik di Indonesia kurang dikenalkan dengan alam. Peserta didik saat ini terlalu banyak dengan urusan buku maupun literasi lainnya.

 

“Nah, anak-anak itu tidak terekspos sudah lama terhadap alam. Mereka terlalu banyak kepada masalah buku-buku, masalah ilmu-ilmu yang tidak membumi. Tetapi kita lupa keberadaan lingkungan kepada makanan yang kita berkasih,” jelas Sudrajat.

Selain itu, saat ini petani di Indonesia sudah banyak yang memasuki usia senja. Hal itu juga menjadi salah satu alasan agar ada regenerasi untuk para petani yang digantikan oleh para generasi muda. Sehingga, pengenalan menanam serta komitmen untuk menjaga lingkungan harus dilakukan sejak dini.

 

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi program ketahanan pangan berbasis sekolah yang telah berjalan di Kabupaten Malang. Terlebih lagi, Kabupaten Malang sangat terkenal memiliki banyak potensi tanaman pangan yang dapat dikembangkan serta dibudidayakan.

 

“Di Kabupaten Malang potensinya cukup besar. Bukan hanya tumbuh-tumbuhan, di sini juga ada peternakan. Peternakan ikan, tawar, terus juga ada kerbau dan sebagainya. Sehingga Kabupaten Malang dengan beragam potensinya dapat menjadi modal pembangunan yang cukup baik di bidang pangan,” pungkas Sudrajat.

 

Sementara itu Kepala SMPN 2 Kepanjen, Woro Sulistyo, mengungkapkan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter dan pemahaman ketahanan pangan bagi para siswa.

 

“Yang penting kami bisa menanamkan karakter, mengajak anak-anak bertanam. Kalau memang menghasilkan, hasil panennya kami serahkan ke bagian tata boga untuk dimasak dan dimakan bersama-sama,” tutur Woro.

 

Ia menambahkan, para siswa menyambut program ini dengan penuh antusias.

“Siswa sangat aktif sekali karena kami ada program rutin Jumat Bertanam, Adiwiyata, dan ketahanan pangan. Kegiatan ini sudah kami mulai sejak Mei yang lalu dan sangat mendukung pendidikan karakter siswa,” jelasnya.

 

Tidak hanya berhenti pada pemenuhan konsumsi internal sekolah, ke depan hasil budidaya sekolah juga berpeluang untuk dipasarkan dengan fasilitasi dari dinas terkait.

 

Yuni Asri  Sebagai Ketua YSPN Juga Mengatakan Melalui program swasembada pangan berbasis sekolah, ia ingin menanamkan nilai moral kepada anak-anak agar mau dan mencintai kegiatan bercocok tanam.

 

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget.

“Kami juga akan memberikan hadiah kepada siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi. Target kami, setiap sekolah mampu mendorong siswanya untuk bercocok tanam guna mendukung terwujudnya swasembada pangan. Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), kita juga bisa berjalan tanpa harus menunggu,” tegasnya.

(Yan/Putra)

wakaf quran

About Redaktur admin

Check Also

Perkuat Kebersamaan 110 karyawan The Alana Malang laksanakan Piknik Season 2 Hadirkan Rafting dan Team Building

Malang,BeritaAntara.Com– The Alana Hotel & Convention Center Malang kembali menggelar program employee outing bertajuk “Piknik …

error: Content is protected !!