Malang,BeritaAntara.Com— Penguatan konsolidasi internal, penataan data organisasi hingga tingkat ranting, serta penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjadi agenda penting PCNU Kabupaten Malang dalam lima tahun ke depan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, mengatakan mayoritas lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan PCNU Kabupaten Malang saat ini telah berjalan cukup baik. Namun, sejumlah program masih perlu dimaksimalkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut KH Hamim, pembenahan organisasi akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan ke depan. Salah satunya melalui penataan data mulai dari tingkat ranting hingga struktur organisasi di atasnya.
“Di lima tahun ini kita akan konsolidasi di internal organisasi, menata betul data yang ada di ranting-ranting. Sampai 2028 nanti kita harapkan sudah selesai semua. Kita berbuat itu berbasis data,” ujar KH Hamim Kholili saat ditemui dalam rangkaian persiapan konferensi PCNU Kabupaten Malang.
Ia menilai, ketersediaan data yang lebih tertata akan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah program organisasi. Dengan data tersebut, program yang dijalankan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Malang
Selain konsolidasi internal, KH Hamim juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara NU dengan Pemkab Malang.
Menurutnya, terdapat banyak ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan karena sejumlah program pemerintah memiliki irisan langsung dengan bidang pengabdian NU di tengah masyarakat.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui struktur NU mulai dari tingkat ranting, Majelis Wakil Cabang (MWC) hingga PCNU.
“Banyak pekerjaan di Pemkab yang juga bisa dilaksanakan berkolaborasi dengan NU di tingkat ranting, MWC dan PCNU. Ini sifatnya kolaborasi dan kerja sama,” jelasnya.
KH Hamim menyebut beberapa sektor yang selama ini telah menjadi ruang kolaborasi antara NU dan Pemkab Malang, di antaranya pendidikan, kesehatan hingga upaya pengentasan kemiskinan.
Meski sejumlah program telah terealisasi, ia mengakui pelaksanaannya masih belum sepenuhnya maksimal.
“Sudah terealisasi, tetapi maksimal masih belum. Kita maksimalkan nanti. Masih kurang maksimal,” tegasnya.
Karena itu, penguatan fondasi organisasi menjadi penting agar kolaborasi dengan pemerintah maupun pihak lain dapat dilakukan secara lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas.
Konferensi Jadi Penentu Skala Prioritas
Sementara itu, sejumlah rancangan program telah disiapkan untuk dibawa dalam konferensi PCNU Kabupaten Malang. Forum tersebut nantinya menjadi ruang untuk membahas sekaligus menetapkan arah program organisasi untuk periode berikutnya.
KH Hamim menjelaskan, draft yang telah disusun akan dibahas dalam konferensi sebelum kemudian ditetapkan menjadi keputusan organisasi.
Menurutnya, seluruh program memiliki tingkat kepentingan masing-masing. Namun, hasil konferensi nantinya akan menentukan program mana yang harus menjadi prioritas untuk lebih dahulu dijalankan.
“Semua prioritas, tapi nanti hasil konferensi itu apa yang harus diperhatikan terlebih dahulu, nanti kita bahas dalam konferensi,” katanya.
Bagi KH Hamim, konferensi bukan sekadar forum untuk membahas pergantian atau penetapan kepengurusan baru. Lebih dari itu, konferensi menjadi momentum untuk menentukan arah perjalanan PCNU Kabupaten Malang dalam lima tahun mendatang.
Konsolidasi internal, penataan data hingga tingkat ranting, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian dari agenda yang diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi NU bagi masyarakat Kabupaten Malang.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya