Merauke,BeritaAntara.Com— Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bidang pengembangan Digipangan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu, 5 September 2026, sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dalam rangka pengembangan Digipangan.id. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi, kebutuhan, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan dan memasarkan produk unggulan daerah.
Ketua Tim TEP UGM Digipangan Dr. Faiz Zamzami, SE., M. Acc., CMA., CACP, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program ini dibawah naungan Kementerian Transmigrasi akan berlangsung hingga November 2026. Program dirancang untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus pengembangan potensi produk unggulan daerah.
“Program ini akan berlangsung hingga November 2026 dengan fokus utama pada digitalisasi. Selain itu, kami juga akan melakukan kajian studi kelayakan terhadap produk unggulan, penguatan aspek pascapanen, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat seperti koperasi, BUMK, dan kelompok tani,” jelas Dr. Faiz.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi mengenai Digipangan.id dengan menghadirkan Dr. Irkham Huda, S.Kom., M. Cs, dosen Sekolah Vokasi UGM, sebagai narasumber. Ia memaparkan cara penggunaan Digipangan.id sekaligus menjelaskan tujuan dan manfaat platform tersebut bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan dan pemasaran produk lokal.
Dr. Irkham menjelaskan bahwa Digipangan.id dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk semakin familiar dengan pemanfaatan teknologi digital. Platform tersebut diharapkan dapat menjadi sarana yang membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus memperluas akses pemasaran produk yang mereka hasilkan.
“Digipangan.id diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam memperoleh akses informasi dan pemasaran produk, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas,” papar Dr. Irkham.
Melalui Digipangan.id, masyarakat dapat memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk dan potensi usaha yang dimiliki. Platform ini juga diharapkan menjadi salah satu jembatan antara produsen atau pelaku usaha dengan calon konsumen, sehingga informasi mengenai produk dapat tersampaikan dengan lebih mudah dan efektif.
FGD kemudian menjadi forum untuk menggali informasi secara langsung dari para pemangku kepentingan dan masyarakat mengenai kondisi produk unggulan, pola pemasaran yang selama ini dilakukan, kebutuhan pascapanen, serta kesiapan kelembagaan dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam program ini karena perubahan perilaku konsumen semakin mendorong pelaku usaha untuk mampu memanfaatkan kanal digital dalam memasarkan produknya. Oleh karena itu, setelah proses identifikasi kebutuhan, Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi – UGM Digipangan akan melanjutkan kegiatan melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada masyarakat.
Pendampingan akan diarahkan agar peserta semakin familiar dengan teknologi digital, khususnya dalam pemanfaatan digital marketing. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada platform Digipangan.id, tetapi juga akan dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pemasaran produk.
“Harapannya, peserta tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi mampu menggunakannya untuk kegiatan pemasaran. Dengan kemampuan digital marketing yang semakin baik, produk masyarakat dapat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas sehingga penjualan meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Dr. Faiz.
Selain digitalisasi pemasaran, Tim Ekspedisi Patriot UGM juga akan memberikan perhatian pada aspek pascapanen dan pengembangan produk. Kajian studi kelayakan diharapkan dapat membantu menentukan produk-produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih serius, baik dari sisi pasar, nilai tambah, maupun keberlanjutan usaha.
Penguatan kelembagaan juga menjadi bagian penting dari program ini. Koperasi, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), dan kelompok tani diharapkan mampu menjadi penggerak dalam pengelolaan serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat secara kolektif.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem yang mengintegrasikan potensi produk lokal, penguatan kelembagaan, teknologi digital, akses informasi, dan akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga semakin memiliki kemampuan untuk mengelola, memperkenalkan, dan memasarkan produknya secara mandiri.
Program yang berlangsung hingga November 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah. Pengembangan Digipangan.id diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam memperluas akses informasi dan pemasaran produk masyarakat, meningkatkan penjualan, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya