Malang,BeritaAntara.Com-Turnamen sepak bola usia muda kelompok umur di bawah 19 tahun (U-19) bergengsi, Siadi Cup 3, resmi ditutup pada Minggu (2/8/2026). Bertempat di Stadion Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, acara penutupan ini dimeriahkan dengan laga final sengit yang mengantarkan Kelurahan Kalirejo keluar sebagai juara utama tahun ini.
Sebanyak 12 tim dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Lawang turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Antusiasme para pemain serta dukungan masyarakat terlihat sejak pembukaan berlangsung meriah, dengan semangat sportivitas yang tinggi.
Partai pamungkas turnamen ini mempertemukan dua tim tangguh, yakni kesebelasan dari Desa Turirejo berhadapan dengan Kelurahan Kalirejo. Setelah melalui pertandingan yang penuh gengsi dan adu strategi, Kelurahan Kalirejo akhirnya berhasil menaklukkan perlawanan Desa Turirejo dan berhak mengangkat trofi juara utama Siadi Cup edisi ketiga tahun ini.
Acara penutupan dan laga final ini berlangsung meriah dan disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. Siadi, S.H., yang selama ini dikenal menaruh kepedulian besar terhadap pembinaan sepak bola usia dini di wilayah Malang.
Selain itu, jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Lawang, serta para tokoh-tokoh sepak bola setempat juga turut memadati pinggir lapangan untuk memberikan dukungan langsung kepada para talenta muda yang bertanding.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, S.H., selaku penggagas turnamen mengatakan, Siadi Cup diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan atlet sepak bola usia muda di Kecamatan Lawang.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuan saya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda yang memiliki talenta sepak bola agar suatu saat bisa menjadi pemain profesional. Saat ini profesi pesepak bola sudah memiliki masa depan yang baik, sehingga mereka harus mendapat ruang untuk berkembang,” ujar Siadi.
Ia menjelaskan, para pemain terbaik hasil turnamen nantinya akan menjalani proses seleksi untuk bergabung dengan Arela FC, sebagai wadah pembinaan lanjutan sebelum diproyeksikan mengikuti seleksi di klub-klub yang berlaga di Liga 3, Liga 2 hingga Liga 1.
“Dari Siadi Cup ini akan kami seleksi. Setelah itu mereka dibina melalui Arela FC. Harapannya, pemain-pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dapat kami bantu agar bisa berkarier di klub profesional,” katanya.
Menurut Siadi, penyelenggaraan Siadi Cup telah menjadi agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan setiap bulan Juli dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-18.
“Saya berharap dari Lawang lahir pemain-pemain yang mampu menembus sepak bola profesional. Tentu semua itu membutuhkan proses, pembinaan, dan dukungan dari berbagai pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala RAN FC, Kas Hartadi, mengapresiasi pelaksanaan Siadi Cup yang dinilai sangat positif sebagai ajang pembinaan usia muda.
“Turnamen seperti ini sangat bagus karena menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan potensinya. Saya melihat sejak babak semifinal hingga final banyak talenta muda yang memiliki kualitas cukup baik dan layak mendapat pembinaan lebih lanjut,” ungkap Kas Hartadi.
Meski demikian, mantan pemain dan pelatih nasional tersebut menilai para peserta masih membutuhkan proses panjang sebelum memasuki level profesional.
“Kami masih sebatas mengamati. Mereka masih sangat muda sehingga perlu pembinaan yang berkelanjutan agar potensinya benar-benar berkembang,” jelasnya.
Kas Hartadi juga mengajak masyarakat Malang untuk terus memberikan dukungan kepada RAN FC yang kini bermarkas di Malang serta mendukung lahirnya bibit-bibit pesepak bola daerah.
Dengan selesainya laga final ini, Siadi Cup 3 U-19 sukses terselenggara dan diharapkan dapat terus melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang kelak bisa mengharumkan nama Kabupaten Malang di kancah yang lebih tinggi.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya