Malang,Proyek pemasangan pipa PDAM di Desa Randu Agung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang menuai protes warga sekitar disebabkan akibat dampak lingkungan (seperti semburan lumpur pengeboran), evaluasi anggaran atau tumpang tindih jaringan, maupun perbaikan kebocoran / gangguan teknis di jalur distribusi.
Seperti yang terjadi Pengendara Seorang wanita Warga kelampok Singosari yang hendak menghindari Joglangan di wilayah Proyek tersebut hingga mengalami Patah Tulang pada kaki kanannya .
Warga menolak proyek dilanjutkan karena belum ada sosialisasi terhadap warga, terutama mengenai kompensasi dll untuk Kerugian dan keuntungan yang di dapat oleh warga sekitar atas pemasangan pipa Tersebut
Pengerjaan pipa air Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten malang Cabang Singosari terpaksa dihentikan oleh warga Dusun Gedang Sewu Desa Randu agung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang menghentikan proyek galian pipa PDAM yang tengah berlangsung. Mereka menyatakan proyek ini diduga tidak memiliki izin dan tidak pernah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar warga juga merasa dirugikan, karena akses jalannya terganggu.
“Ijin Resmi pemilik proyek maupun dari Desa, RW belum Jelas, sehingga pengerjaan proyek pemasangan pipa untuk sementara dihentikan oleh warga sampai ijin & sosialisasi nya lengkap dan jelas” kata beberapa warga

Menurut beberapa warga proyek pemasangan jaringan pipa PDAM Perumda Tirta Kanjuruhan ini dihentikan karena belum mendapatkan atau belum ada ijin baik dari pihak Desa RW maupun RT sekitar hingga saat ini belum ada kejelasan Terkait proyek pipanisasi tersebut.
“Pihak RT & RW serta warga sekitar akan terus mempertanyakan kejelasan Terkait perijinan proyek tersebut”jelasnya.
Banyak warga yang merasa kebingungan mengapa pihak ketiga atau pihak pelaksana proyek nekad melakukan pemasangan pipa air bersih sebelum ada izin dari pihak RT,RW maupun Desa.
Warga masyarakat Randu agung menyambut baik proyek ini, namun warga juga menekankan pentingnya izin lingkungan dan sosialisasi kepada warga sebelum pemasangan pipa.
“Pemasangan pipa air bersih melintasi tanah warga, jika terjadi masalah, RT dan RW yang akan dipanggil. Harus ada izin dan antisipasi dampak lingkungan,” tegas…
Pihak pelaksana proyek disorot karena belum meminta izin kepada Ketua RT, Ketua RW setempat. Warga menghentikan proyek ini sementara waktu hingga pihak pelaksana memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami warga meminta Perumda Tirta Kanjuruhan OPD singosari mengindahkan kami dan bertindak sesuai prosedur. Kami menunggu itikad baik pihak pelaksana proyek,” imbuhnya

sebagai warga mereka menolak pengerjaan jaringan pipa tersebut. Pasalnya pelaksanaan tidak jelas dan banyak kejanggalan.
“Proyek tidak pernah disosialisasikan kepada warga. Kapan mulai dikerjakan dan kapan berakhir. Dari mana pemasangan pipa akan dimulai,” ucap
Menurutnya kesalahan tersebut tidak boleh dibiarkan dan jangan sampai ketika proyek sudah selesai lalu muncul masalah baru dikemudian hari.
“Apa yang terjadi ini adalah kelalaian yang dilakukan dari Dinas Perunda Tirta Kanjuruhan,Kalaupun kegiatan ini harus tetap dilaksanakan, maka kekeliruan yang terjadi harus diperbaiki,” pungkas
Pantauan awak media juga mencatat bahwa para pekerja dalam pengerjaan pipa air bersih tidak dilengkapi dengan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menimbulkan keprihatinan akan kemungkinan kecelakaan. (Zp/ptr)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya