Malang,BeritaAntara.Com– Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang mulai menyiapkan langkah konkret untuk mendorong terbentuknya kawasan industri terpadu di Kabupaten Malang.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat terbatas KADIN Kabupaten Malang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar di Universitas Kepanjen, Kamis (17/9/2026).
Ketua KADIN Kabupaten Malang Bambang Suryanto mengatakan, KADIN akan segera menyusun proposal sebagai landasan awal pembukaan kawasan industri di Kabupaten Malang.
Menurut dia, penataan kawasan industri menjadi bagian penting dalam mendukung masuknya investasi sekaligus memberikan kepastian lokasi bagi dunia usaha.
“Segera kami buatkan proposal sebagai landasan awal untuk pembukaan kawasan industri di Kabupaten Malang,” ujar Bambang.
Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi kawasan peruntukan industri yang saat ini tersebar dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Malang. Terdapat sekitar 23 titik kawasan peruntukan industri yang perlu dikaji lebih lanjut dengan kebutuhan kawasan industri formal.
Perbedaan tersebut menjadi perhatian karena regulasi perizinan usaha saat ini semakin mengarah pada penataan kegiatan industri di dalam kawasan yang telah ditetapkan.
Bambang menilai, kepastian tata ruang menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih tertata.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan ruang investasi agar proses pembangunan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Penataan ruang investasi ini penting. Jangan sampai nanti ketika ada pembangunan muncul persoalan dengan masyarakat, LSM maupun pihak lain,” katanya.
Selain kawasan industri, rapat juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari infrastruktur, pengelolaan sampah, program Nata Desa hingga revitalisasi pendidikan vokasi.
Untuk infrastruktur, salah satu yang dibahas adalah ruas jalan Kepanjen-Pagak, dukungan pembangunan ruas menuju Balekambang, serta rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan wilayah Madiun hingga Kepanjen.
Kondisi pembangunan jalan di wilayah Bantur juga menjadi perhatian karena adanya peningkatan biaya pembangunan.
Sementara di sektor desa, KADIN bersama Pemerintah Kabupaten Malang mendorong program Nata Desa. Program ini akan diarahkan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi desa berbasis data dan pemetaan sehingga dapat menjadi informasi bagi calon investor.
Dari 378 desa di Kabupaten Malang, dalam tahap awal akan dipilih dua desa sebagai pilot project.
Program tersebut direncanakan menjadi kolaborasi antara manajemen Nata Desa, KADIN, Universitas Kepanjen dan Pemerintah Kabupaten Malang.
“Dalam waktu dekat akan dipilih dua desa untuk menjadi pilot project Nata Desa,” ujar Bambang.
Rapat juga menyinggung pengelolaan sampah dengan mendorong sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu contoh yang dibahas adalah pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar seperti petasol.
KADIN juga mengusulkan program edukasi lingkungan melalui konsep Eco-Campus yang dapat diperluas ke sekolah mulai jenjang TK hingga SMP. Anak-anak akan dikenalkan dengan pemilahan sampah sejak dini.
Di sisi lain, dunia usaha juga menghadapi tantangan terkait regulasi ekspor. Sejumlah perusahaan disebut mengeluhkan semakin kompleksnya aturan, termasuk persoalan tata ruang dan regulasi lainnya yang berdampak terhadap keputusan ekspor.
(Yan/Putra)
Berita Antara Media Terdepan dan Terpercaya