Home / Khasanah Islam / STISOSPOL WASKITA DHARMA MALANG GELAR WISUDA DRIVE THRU

STISOSPOL WASKITA DHARMA MALANG GELAR WISUDA DRIVE THRU

BERITAANTARA.COM, MALANG , Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma Malang menggelar prosesi wisuda periode II tahun 2020 secara daring dan luring pada Sabtu (19/9). Uniknya, prosesi wisuda luring dilakukan secara layanan tanpa turun (lantatur) atau drive thru dengan menggunakan transportasi ramah lingkungan.

Wisuda luring diikuti oleh 50 wisudawan berpredikat lulus dengan pujian (cumlaude), terdiri dari 36 Mahasiswa S1 dan 14 Mahasiswa S2 Totalnya, ada 149 wisudawan pada Program Sarjana Sosial, dan Program Magister Administrasi Publik yang diwisuda secara luring dan daring.

Sebelum prosesi wisuda dimulai, lima puluh wisudawan tersebut mengendarai transportasi ramah lingkungan dari gerbang utama kampus Stisospol menuju Gedung Kampus Stisospol. Kendaraan ramah lingkungan yang digunakan antara lain, becak, andong, sepeda listrik, motor listrik, dan sepeda kayuh. Mereka telah mengenakan toga secara lengkap.

Rombongan kendaraan ramah lingkungan tersebut berhenti di depan Gedung Kampus sembari menunggu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu sosial dan politik Drs. Alam Sutardjo, M.Si menyampirkan kucir toga wisuda. Selanjutnya, ketua Stisospol beserta Ketua Senat Stisospol, DR. Sigit Wahyudi, M.Si kembali ke Gedung kampus Stisospol untuk mengikuti prosesi pembacaan nama-nama wisudawan.

Dalam sambutannya, DR. Sigit wahyudi, M.Si mengatakan penyelenggaraan wisuda periode II kali ini merupakan bentuk pengimplementasian physical distancing dan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Karenanya, prosesi wisuda Stisospol periode II tetap dilaksanakan secara Luring dan Daring, serta dilengkapi sentuhan kreativitas unik dengan konsep drive thru.

Sigit mengatakan, wisuda kali ini STISOSPOL mencoba untuk mengkombinasikan wisuda luring dan daring. “Pada Wisuda sebelumnya kami melaksanakan wisuda secara tatap muka karena situasi masih dalam suasana belum Covid-19. Kemudian 19 September ini sudah ada protokol kesehatan yang dinamakan new normal ini harus disesuaikan,” terang Sigit saat jumpa pers.

Sigit menyatakan, 50 wisudawan yang dihadirkan dalam wisuda luring merupakan wisudawan terbaik dan yang tinggal di Sekitar Malang. Hal itu sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, meski bergelar wisudawan terbaik tetapi tinggal di luar provinsi atau luar Jawa maka tidak dipanggil karena berisiko terjadi penularan Covid-19. (DS)

About didik

Check Also

AKSI TOLAK UU OMNIBUS LAW, GEDUNG DPRD KOTA MALANG MENJADI SASARAN RATUSAN DEMONSTRAN

Malang, BeritaAntara.com – Kali ini Gedung DPRD Kota Malang menjadi sasaran amukan ratusan demonstran yang …