Home / Agama / MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM FENOMENA SOSIAL

MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM FENOMENA SOSIAL

MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM FENOMENA SOSIAL
OLEH:
RAFISNA TRIO RAMADZAN
Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural dapat menjadi elemen yang kuat dalam kurikulum Indonesia untuk mengembangkan kompetensi dan ketrampilan hidup (life skills), di tengah masyarakat Indonesia yang multikultur dan mencakup berbagai macam perspektif budaya yang berbeda terutama dalam bingkai kearifan lokal. Persoalannya adalah bentuk pendidikan kewarganegaraan multikultural apa yang sesuai untuk situasi dan kondisi Indonesia pasca reformasi? Persoalan utama dalam pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah pada belum adanya model pengembangan Pendidikan Kewarga-negaraan yang dapat meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa dan begitu rendahnya kesadaran multikultural warga negara yang dibangun atas dasar nilai-nilai kearifan lokal dalam fenomena sosial pasca reformasi sebagai upaya memperkokoh integrasi bangsa dalam konsepsi Bhinneka tunggal ika. Untuk itu maka peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah model pendidikan kewarganegaraan multikultural berbasis kearifan lokal di lingkungan perguruan tinggi.
Pendidikan multikultural dapat dipahami sebagai proses atau strategi pendidikan yang melibatkan lebih dari satu budaya, yang ditunjukkan melalui kebangsaan, bahasa, etnik, atau kriteria rasial. Pendidikan multikultural dapat berlangsungproses belajar mengajar (perkuliahan) menunjukkan bahwa akar penyebab pembelajaran / perkuliahan PKn yang terjadi selama ini berlang-sung monolitik, kurang demokratis, membosankan dan tidak optimal dalam memberikan kompetensi multikultural pada mahasiswa.
peningkatan produk atau hasil pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi yang meng-gunakan model pengembangan pendidikan kewarganegaraan multikultural berba-sis kearifan lokal, berupa peningkatan kompetensi multikultural di kalangan mahasiswa. Hasil pengujian model, ditemukan bahwa model pembelajaran PKn MBKL di tiga Perguruan tinggi di Kota Malang di dapat hasil yang menggembirakan dan memuaskan. Model pembelajaran PKn multikultural berbasis kearifan lokal (PKn MBKL) telah terbukti efektif memberikan pengaruh terhadap kompetensi kewarganegaraan multikultural mahasiswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
kemampuan berpikir kritiskreatif–dialogis dan model-model pembelajaran khas PKn masih sangat terbatas. Di sisi yang lain dosen sangat membutuhkan contoh-contoh model pembelajaran yang dapat merangsang dan meningkatkan kemampuannya untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan multikultural dan berpikir kritis mahasiswa dalam perkuliahan di kelas. Untuk itu sebagai rekomendasi di lingkungan pendidikan tinggi perlu disusun buku panduan model pembelajaran PKn multikultural berbasis kearifan lokal yang dapat mengembangkan kompetensi multikultural dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa baik bagi dosen maupun mahasiswa serta dipublikasikan secara nasional.

About adminban

Check Also

KULIAH DI WASKITA DHARMA GRATIS ASRAMA DAN LULUS TEPAT WAKTU

KOTA MALANG – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisospol) Waskita Dharma Malang membuka …