Home / Pendidikan / Benarkah Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,,,,,?

Benarkah Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,,,,,?

22Hingga hari ini, masih sering di ucapkan saat berada di bangku pendidikan, bahwa, “Pendidikan adalah modal dasar pembangunan bangsa, dan Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”.

Mendengar kata kata tersebut, naluri dan hasrat untuk menggapai ilmu pengetahuan, memuncak dan melahirkan energi tanpa batas, agar di kemudian hari, bangsa ini dapat menjadi lebih baik dan bermartabat.

Kalimat guru pahlawan tanpa tanda jasa itu, membuat setiap anak Indonesia terus mencintai gurunya serta tak henti hentinya berdoa, agar sang guru pada kehidupannya kelak nanti ditempatkan di sisi Tuhan pada tempat terbaik.

Namun ironis, keadaan itu kini berbalik tragis dan mengkhawatirkan !

Tidak jarang orang tua murid yang di jumpai, menagis dalam rintihan terhadap guru, atau pihak sekolah dan pengelola pendidikan.

Hal ini karena melihat buah hati yang dicintainya terombang ambing memasuki bangku pendidkan dengan harapan agar kelak nanti anaknya menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan Negara serta keluarganyaya.

Tak jarang juga orang tua murid, sudah tidak sanggup hidup dan menjalani keadaan yang menghampirinya karena beban pendidikan anaknya.

Bukan mustahil, hal yang mengejutkan akan terjadi, tatkala sang anak sudah tidak sanggup melihat kesedihan orang tuanya, lalu si anak mengeluarkan perkataan.

“Ma jangan sedih, Dede bakar saja sekolahnya dan Dede tusuk gurunya pakai pisau”.

Astagfirullah,,,, ” Ya Allah engkau maha pengasih dan penyayang, jika ada kehendak atau takdirmu sebagaimana apa yang terucap dari mulut anak yang baik ini, kiranya dapat dirubah menjadi satu keadaan yang lebih baik, dengan menyadarkan orang orang yang diberi amanah dan kuasa, atau setidaknya takdir itu tidak berjalan melewati tangan anak yang baik dan mulia ini.

Melihat dan mencermati serta menganalisa, apa yang sesungguhnya terjadi.

Ternyata Negeri ini telah bergeser dari hakikat pendidikan dan melakukan kekeliruan besar dalam mengelola dan menyelenggarakan dunia pendidikan.

Dunia pendidikan dipandang sebagai sarana komersil yang dapat meraup keuntungan besar.

Oleh karena itu, secara tidak langsung terbentuklah pikiran dan kehendak menjadikan peserta didik yang hendak mengenyam bangku pendidikan, dijadikan sebagai objek usaha, guna memperoleh keuntungan yang tak terkendalikan besaranya.

Hal tersebut dilakukan dengan berbagai dalih untuk alasan agar dapat meraup keuntungan yang besar sebagaimana prinsip dagang.

Maraknya aroma dagang pada dunia pendidikan, menjadikan jabatan kepala lembaga pendidikan dan penempatan guru di sekolah akan cenderung melakukan pungutan liar dan diletakkan sebagai sumber fundi-fundi keuangan untuk pemenuhan hasrat politik mencapai kekuasaan.

Semoga orang orang yang menjadi pemimpin di negeri ini dapat di anugerahi pemahaman untuk kelangsungan kehidupan anak Indonesia yang lebih baik , bersifat agung dan mulia.

About adminban

Check Also

NILAI INTEGRITAS DALAM MAULID NABI SAW

BeritaAntara.com, -Malang, -Muhammad SAW membangun integritas bukan karena pencitraan lewat media dan manipulasi lewat kampanye, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *